Kamis, 24 Mei 2012
Dinkes Mimika Waspadai Wabah DBD
Selasa, 31 Mei 2011 02:03
AddThis Social Bookmark Button

Timika, 31/5 (SIGAP) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Papua saat ini mewaspadai mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Timika dan sekitarnya.

Kepala Dinkes Mimika, Erens Meokbun, Senin (30/5) mengatakan pada April 2011 terdata tujuh kasus DBD di Kampung Kamoro Jaya-SP1, Jalan Pendidikan dan Puskesmas Kota Timika di Kelurahan Kwamki Baru.

Dari tujuh pasien kasus DBD, katanya, dua orang berumur di bawah 14 tahun dan lima orang usia di atas 15 tahun.

Untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran kasus DBD, Dinkes Mimika melakukan upaya tindak lanjut berupa pengasapan (voging), penyuluhan keliling, dan pembagian abate ke siswa di sekolah.

"Sejak awal Mei hingga sekarang belum ada laporan kasus baru DBD, tapi masyarakat Timika harus tetap waspada. Jika ada gejala-gejala terserang DBD, segera melaporkan diri ke petugas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan dini," imbau Erens.

Menurut Erens, warga yang terserang penyakit DBD di Mimika sejak 2001 tidak terlalu banyak. Penyebaran DBD harus tetap diwaspadai mengingat selama beberapa bulan terakhir kondisi cuaca di Timika tidak menentu yang turut memicu munculnya berbagai penyakit menular.

"Kami sudah mengirim surat ke semua Puskesmas dan Puskesmas Pembantu untuk mewaspadai dan segera melaporkan jika ditemukan kasus DBD," jelas Erens.

Dirinya menambahkan, dari tujuh pasien yang terserang DBD tersebut semuanya bisa ditangani secara cepat dan tidak sampai mengakibatkan kematian.

Pada tahun 2001, kasus DBD sempat mewabah secara luas di Mimika dan masuk kategori kejadian luar biasa (KLB) karena jumlah orang yang terserang DBD saat itu sangat banyak.

Jajaran Dinkes dibantu Departemen Public Health & Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia terus mengantisipasi munculnya kasus DBD di Mimika agar tidak sampai mewabah menjadi KLB sebagaimana terjadi pada tahun 2001. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita