Kamis, 24 Mei 2012
PMI NTT Telah Siagakan Petugas Di Enam Titik
Selasa, 31 Mei 2011 02:00
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 31/5 (SIGAP) - Palang Meraih Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyiagakan petugas di enam titik dalam wilayah provinsi kepulauan itu untuk memberikan bantuan kemanusiaan jika terjadi suatu peristiwa bencana yang membutuhkan bantuan mereka.

Ketua DPD PMI NTT, Guido Fulbertus, di Kupang, Senin (30/5) mengatakan, enam titik itu adalah di Manggarai untuk wilayah barat Pulau Flores, Ngada untuk wilayah tengah Pulau Flores, Maumere untuk wilayah Timur Pulau Flores, Alor dan Sumba Barat Daya untuk wilayah Sumba dan Kupang untuk wilayah Timor.

Dirinya mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan seputar antisipasi PMI dalam menangani kasus-kasus bencana yang sering terjadi di NTT pada kegiatan sosialisasi kepalangmerahan. Kegiatan sosialisasi ini diikuti wartawan dari berbagai media massa di Kupang.

"Kami memang tidak bisa siaga optimal, tetapi sebagai daerah yang rawan bencana, kami telah menyiagakan petugas kami di enam titik. Mereka siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan darah," katanya.

Menurut Guido Fulbertus, petugas di daerah-daerah itu biasanya langsung mengirim seorang petugas ke lokasi bencana untuk memberikan laporan tentang keadaan di lapangan, sekaligus langkah-langkah apa saja yang diperlukan, sehingga tim yang turun lapangan sudah memiliki persiapan-persiapan.

Dalam bencana di Atambua misalnya, petugas PMI melaporkan bahwa di rumah sakit memerlukan darah dan PMI mengirim beberapa kantong darah yang diperlukan, selain bantuan kemanusiaan lain seperti makanan, obat-obatan dan terpal.

Artinya, dalam keterbatasan, PMI terus berupaya untuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang diperlukan untuk meringankan para korban yang terkena musibah bencana alam, katanya.

Guido Fulbertus mengatakan, PMI telah bertekad untuk melakukan pembenahan organisasi di daerah-daerah dan diharapkan ke depan, semua kabupaten di NTT sudah memiliki organisasi yang kuat dan mandiri dalam kerangka mendukung pemerintah mengatasi berbagai permasalahan kemanusiaan.

Untuk mewujudkan tekad ini, kata Guido Fulbertus, pihaknya terus melakukan konsolidasi, sekaligus meminta dukungan pemerintah kabupaten.

"PMI adalah lembaga kemanusiaan resmi dan dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, kami juga memerlukan dukungan dan kerja sama dengan pemerintah," katanya.

Karena itu, dirinya berharap, pemerintah kabupaten dapat memberikan bantuan-bantuan yang diperlukan bagi PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita