Kamis, 24 Mei 2012
Memutus Perkembangbiakan Hama, Bupati Sleman Canangkan Gerakan Tanam Palawija
Senin, 30 Mei 2011 09:03
AddThis Social Bookmark Button

Sleman, 30/5 (SIGAP) - Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Purnomo, Senin (30/5) mencanangkan gerakan tanam palawija di Bulak Barak, Desa Margoluwih, Seyegan untuk memutus mata rantai perkembangbiakan hama wereng coklat.

Pencanangan ini dilatar berlakangi beberapa kali gagal panen akibat tanaman padi kelompok tani yang tergabung dalam sarana makmur diserang hama wereng coklat dalam beberapa bulan terakhir ini. Hama wereng ini menyerang 12 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada.

"Gerakan menanam polowijo seperti jagung dan umbi-umbian ini juga untuk lebih meningkatkan penghasilan petani, " kata Ketua Kelompok Tani Makmur, Bulak Barak, Margoluwih, Seyegan.

Menurutnya, area persawahan di Bulak Barak saat ini mencapai seluas 63 hektare dan yang telah ditanami jagung seluas 40 hektar untuk musim tanam 2011.

"Sedangkan sisanya seluas 23 hektar diharapkan pada musim tanam 2012 akan ditanami jagung," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Sleman Riyadi Martoyo mengatakan penyebaran populasi wereng batang coklat (WBC) semakin meningkat sejak Juni 2010 menyerang Kecamatan Prambanan seluas 20 hektar tapi dapat segera dikendalikan.

"Pada Nopember menyebar di wilayah Margodadi, Seyegan tapi dapat segera dikendalikan dengan mengadakan penyemprotan secara massal, selanjutnya muncul di kecamatan lain seperti Godean dan Gamping," katanya.

Menurut Riyadi, sampai Mei 2011 polulasi serangan WBC semakin menyebar dan hampir merata di semua kecamatan seluas 936 hektare.

Sedangkan tanaman yang mengalami puso seluas 210 hektar dengan serangan terluas adalah di Seyegan yang mencapai 329 hektare dan mengalami puso 78 hektare.

"Peningkatan populasi dan serangan WBC disebabkan berbagai hal seperti petani tidak melakukan pengamatan secara teratur dan benar, petani menanam padi secara terus menerus, varitas yang ditanam tidak tahan wereng dan sifat gotong royong petani sudah mulasi pudar," katanya.

Riyadi mengatakan, untuk mengurangi berkembangnya populasi serangan WBC kami telah melakukan upaya upaya seperti pengamatan rutin lebih ditingkatkan sebagai antisipasi dini, koordinasi ditingkat Kelompok tani, desa, gapoktan dan kecamatan serta memberikan bantuan pestisida dan pinjaman "mitsblower".

"Kami juga membentuk posko pengendalian tingkat Unit Pelayanan Terpadu BP3K dan merubah pola tanam dengan tanaman jagung," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan menanam ada ilmu tertentu, untuk itu diharapkan para petani tidak segan dan malu untuk bertanya kepada para penyuluh lapangan pertanian agar hasil pertaniannya bisa maksimal.

"Saat sekarang musim juga kurang bersahabat, sehingga sulit diprediksi, kami berharap dengan kiat yang di ikrarkan kelompok tani sarana makmur untuk merubah pola tanam yang sebelumnya 'padi padi padi' menjadi 'padi padi polowijo' sehingga hasil yang diperoleh akan maksimal dan menaikkan tarap hidup para petani," katanya.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita