Kamis, 24 Mei 2012
Lahan Sawah Di Megelang Mulai Kesulitan Dapatkan Pasokan Air
Sabtu, 28 Mei 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Magelang, 28/5 (SIGAP) - Lahan sawah di sebagian wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mulai kesulitan mendapatkan pasokan air menyusul sejumlah saluran irigasi dan bendungan rusak akibat diterjang banjir lahar dingin Merapi.

Berdasarkan pantauan di Magelang, Jumat, selain kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, sebagian lahan sawah masih tertutup pasir sehingga tidak bisa diolah untuk pertanian.

"Akibat diterjang banjir lahar sebanyak 44 saluran irigasi rusak sehingga sekitar 5.000 hektare sawah di Kecamatan Mungkid, Ngluwar, Salam, dan Sawangan tidak teraliri air," katanya.

Seorang petani di Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Suradi, mengatakan dari 226 hektare lahan sawah di Ngrajek, 75 hektare di antaranya tidak mendapatkan pasokan air dan sekitar 11,3 hektare lahan sawah sekarang dibiarkan menganggur.

Mudayat warga Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, mengatakan, kesulitan air mulai terjadi dalam sebulan terakhir. Lahan sawah miliknya kini tidak bisa ditanami apa pun.

"Jangankan ditanami padi, ditanami palawija pun tidak bisa," katanya.

Dirinya mengatakan, karena sebelumnya turun hujan terus-menerus, dirinya memberanikan untuk menanam padi. Namun, setelah berumur satu bulan, sekitar 1.000 meter tanaman padinya mengering karena sama sekali tidak mendapatkan pasokan air.

Mudayat juga menanam cabai, agar tanaman cabai bisa tumbuh dia berupaya menyirami dengan air yang diperoleh dari sumber air terdekat. Namun pasokan air tidak bisa diberikan secara optimal karena debit air dari sumber air tersebut sangat kecil.

"Karena kekurangan air, tanaman cabai tersebut mengering dan gagal panen," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita