Kamis, 24 Mei 2012
Disnak NTT DUkung Penuh Sensus Ternak Sapi Dan Kerbau
Sabtu, 28 Mei 2011 00:00
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 28/5 (SIGAP) - Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendukung penuh rencana Badan Pusat Statistik menggelar sensus ternak sapi dan kerbau di wilayah itu, mulai 1 sampai 30 Juni 2011.

Dukungan itu akan diberikan dalam bentuk bantuan petugas untuk melakukan pengawasan dalam proses pendataan, kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Semuel Rebo di Kupang, Jumat (27/5).

"Kami juga akan memperbantuan petugas lapangan Dinas Peternakan NTT yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT," ucapnya.

Dalam hubungan dengan sensus ternak ini, Semuel mengatakan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi melalui media massa dan menyebarluaskan "liflet" ke masyarakat di desa-desa yang memiliki ternak.

"Kami juga membuat edaran dan sosialisasi melalui tempat-tempat ibadah, dan petugas lapangan sudah kami wajibkan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat," katanya, menjelaskan.

Sosialisasi ini agar masyarakat dapat memberikan dukungan bagi suksesnya pelaksanaan sensus ternak di NTT dengan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya, ujarnya, berharap.

Mengenai data ternak di NTT, Semuel mengemukakan, selama ini pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan BPS untuk mendapatkan data ternak mengenai jumlah ternak di NTT.

Selain itu, Dinas Peternakan NTT juga melakukan survei parameter untuk mendapatkan data dari kabupaten/kota.

Survei parameter ini untuk mengetahui berapa ternak yang lahir, ternak yang dijual, di potong dan yang mati tetapi itu dilakukan secara umum.

Data hasil surveri inilah yang dijadikan sebagai indikator dan data kontrol terhadap populasi ternak di NTT.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik NTT Poltak Siahaan menjelaskan, telah merekrut tenaga sekitar 3.882 orang yang akan melaksanakan sensus di lapangan.

Kegiatan pendataan ternak menggunakan metode "sweeping" yaitu melakukan pengecekan atau mendata terlebih dahulu para pemilik ternak besar di wilayah itu untuk mengetahui jumlah warga pemilik ternak.

Setelah mengetahui jumlah warga yang memelihara ternak, para petugas akan melakukan pendataan ternak yang meliputi umur, jenis kelamin dan semua ternak yang didata adalah ternak piaraan milik masyarakat, termasuk di rumah potong hewan.

Siahaan meminta masyarakat untuk berpartisipasi aktif mendukung para petugas dalam melakukan pendataan ternak di daerah ini.

Menurut Siahaan, tujuan utama dari sensus ternak ini adalah untuk mengetahui populasi ternak sapi dan kerbau, sekaligus untuk memetakan sebaran dua jenis ternak besar itu di NTT.

Disamping itu untuk melakukan perbaikan data potensi ternak yang ada di daerah yang pada tahun 1970-1970-an sebagai salah satu daerah penghasil ternak terbesar di Indonesia.

Hasil sensus ini nantinya juga bisa dijadikan sebagai bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam kerangka pengembangan ternak di daerah ini. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita