Kamis, 24 Mei 2012
BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan Di Aceh
Jumat, 27 Mei 2011 08:04
AddThis Social Bookmark Button

Banda Aceh, 27/5 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemerintah di beberapa daerah di Aceh untuk mewaspadai kebakaran hutan akibat suhu udara tinggi yang berpotensi mencapai 34 derajat Celsius.

"Suhu udara yang cukup tinggi mendukung munculnya titik api kebakaran hutan, terutama pada lahan kering dan tanah gambut," kata Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blang Bintang Alvianto di Banda Aceh, Jumat.

Lahan gambut dan kering yang perlu diwaspadai akan muncul titik api antara lain terdapat di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan serta Aceh Tengah dan Aceh Tenggara.

Didampingi Prakirawan BMKG stasiun Meteorologi Blang Bintang Jaya Martuah Sinaga, ia mengatakan, kebakaran hutan akan berdampak pada pencemaran udara dan jarak pandang menjadi pendek.

Dirinya menjelaskan, cuaca di sebagian besar kota dan kabupaten di Provinsi Aceh akan cerah hingga berawan dalam sepekan ke depan, dengan suhu udara pada pagi dan malam hari berkisar antara 24-27 derajat Celsius, sedangkan pada siang sampai sore hari berkisar 28-34 derajat Celsius.

"Itu disebabkan dalam dinamika atomosfer skala meteorologi regional disebutkan Indonesia memasuki monsun Asia. Pada monsun itu gerak semu matahari menuju belahan bumi utara sehingga beberapa kota dan kabupaten di Aceh pada siang hingga sore hari dirasakan sangat terik dan gerah pada malam hari," katanyan.

Namun, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengenakan masker pelindung pernapasan serta menyalakan lampu kendaraan pada daerah yang terjadi kebakaran hutan.

Selain itu, Alvianto menyebutkan bahwa pengaruh terik matahari juga mendukung suplai uap air dan pertumbuhan awan konvektif berskala lokal sehingga berpeluang hujan dengan intensitas ringan di pesisir Aceh Utara dan Aceh Timur.

Sementara kecepatan angin di lapisan udara Aceh berkisar 10-40 kilometer per jam dengan tinggi gelombang mencapai maksimum 2,5 meter, terutama di pesisir barat dan selatan provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa tersebut. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita