Kamis, 24 Mei 2012
Akibat Banjir Di AMbon Sebanyak 275 KK Mengungsi
Kamis, 26 Mei 2011 12:57
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 26/5 (SIGAP) - Sebanyak 275 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami kecamatan Teluk Ambon, mengungsi akibat banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur kota Ambon sejak 13 Mei 2011.

Kepala Bidang (Kabid) Organisasi dan Bantuan Sosial (Orbansos) Dinas Sosial Kota Ambon, Hendrik Terinate, Kamis (26/5) mengatakan, para pengungsi ditampung di Aula Denzipur, Desa Wailela, gedung gereja, Desa Rumah Tiga dan SD Inpres Desa Waiyame.

Terinate menjelaskan, dari 275 KK atau 892 jiwa yang mengungsi itu 134 KK akibat mengalami banjir. Rumah mereka tergenang lumpur, bahkan ada yang terbawa derasnya banjir sehingga hanyut ke laut.

Sedangkan 141 KK lainnya akibat tanah longsor yang menutupi sebagian besar rumah, bahkan ada yang menyebabkan rumah rusak parah. Semuanya berlokasi di Desa Wailela, Kecamatan Teluk Ambon.

"Bantuan tanggap darurat berupa makanan yang terdiri dari beras, ikan kaleng, mi instan, sambel dan minyak goreng sudah disalurkan bersama dengan peralatan dapur untuk memasak, dan juga kain selimut, tikar dan terpal," katanya.

Terinate menjelaskan, berdasarkan ketentuan bantuan tanggap darurat yang disalurkan Pemkot Ambon hanya selama 12 hari saja.

"Jadi diberikan dalam jangka waktu tiga hari, kemudian dilanjutkan untuk kebutuhan tujuh hari dan terakhir dua hari saja. Tapi, kenyataannya hingga kini pengungsi sudah 13 hari di penampungan," katanya.

Terinate mengimbau, masyarakat yang sampai sekarang masih tinggal di bantaran sungai maupun lereng-lereng gunung agar waspada saat hujan turun agar tidak menimbulkan kerugian baik jiwa maupun harta benda.

"Minimal mengungsi ke daerah lebih tinggi atau aman sehingga tidak terjadi korban jiwa sebagaimana bencana longsor di Batugantung, kecamatan Nusaniwe pada 1 Mei 2011 sehingga Febby Linda Kuruwal meninggal." katanya.

Ditanya apakah ada upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon untuk pengadaan barak penampungan mengingat mereka belum tentu kembali ke rumah dalam waktu singkat, Terinate menjelaskan, masih menunggu hasil rapat koordinasi antara Komisi III DPRD Ambon dengan Tim Penanggulangan Bencana (PB) Ambon yang rencananya berlangsung hari ini (Kamis).

"Kami dalam kapasitas dinas teknis orientasinya hanya menanggulangi penyaluran bantuan tanggap darurat, sedangkan berkaitan dengan pembangunan fisik itu harus dikoordinasikan dengan Dinas PU," ujarnya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita