Kamis, 24 Mei 2012
Pemkab Batanghari Targetkan Surplus Beras Pada 2016
Kamis, 26 Mei 2011 07:39
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 26/5 (SIGAP) - Bupati Batanghari, A. Fattah menargetkan daerahnya bisa surplus beras pada 2016 mendatang.

Untuk menindaklajuti target tersebut, Fattah menyatakan, pihaknya telah mengadakan Revitalisasi Penyuluhan Pertanian (RPP) yang sebelumnya telah dicanangkan Presiden RI pada Juni 2005 lalu.

"Program RPP di Batanghari diimplementasikan dalam beberapa aspek pokok yakni Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, peningkatan kualitas dan kuantitas serta sistem penyelenggaraan penyuluh," jelasnya di Muarabulian, ibu kota Kabupaten Batanghari, Kamis (26/5).

Dengan berbagai program peningkatan penyuluhan diharapkan akan berimbas pada sistem tata kelola pertanian dan perkebunan serta perikanan yang pada akhirnya bisa mewujudkan Batanghari sebagai salah satu daerah surplus beras di Provinsi Jambi pada 2016.

Selain itu, Pemkab Batanghari juga telah membentuk lembaga teknis ditingkat kecamatan yakni Badan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ( BP3K) yang berfungsi sebagai tempat pertemuan para penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha sebagai perpanjangan tangan bupati kepada para petani di pedesaan.

Keberadaan BP3K inidiharapkan dapat membangkitkan kembali semangat kerja para penyuluh dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat petani dibidang dibidang perikanan dan kehutanan.

"Khususnya bidang pertanian dan tanaman pangan program ini guna menunjang terwujudnya Batanghari swasembada beras 2015 dengan produksi mencapai 10 juta ton," katanya.

Bupati merincikan, jumlah penyuluh di Batanghari terdiri dari 160 orang penyuluh PNS dan 41 orang tenaga penyuluh Tenaga Harian Lepas ( THL).

Lebih lanjut dia mengatakan, Pemkab Batanghari mulai 2008 telah menyalurkan program Bantuan langsung Masyarakat untuk Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (BLM-PUAP) kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Rinciannya, pada 2008 sebanyak 30 Gapoktan senilai Rp3 milyar. 2009 sebanyak 31 Gapoktan sebesar Rp3,1 milyar, tahun 2010 sebanyak 19 Gapoktan senilai Rp1,9 milyar. Sedangkan pada 2011 sebanyak 11 Gapoktan senilai Rp1,1 milyar dan saat ini dalam proses administrsi.

Untuk membekali para penyuluh dengan keahlian dan pengetahuan Pemkab Batanghari telah mengirim 41 orang penyuluhnya ke Balai Latihan Pertanian (Bapeltan) di Jambi, Bogor, Malang dan Sumatra Barat (Sumbar).

"Para penyuluh akan mengikuti berbagai pelatihan dasar terampil dan pelatihan agribisnis holtikultura yang nantinya bisa ditularkan kepada petani di Batanghari," tambah Fattah. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita