Kamis, 24 Mei 2012
BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Potensi Puting Beliung
Kamis, 26 Mei 2011 07:26
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 26/5 (SIGAP) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tabing Padang, Sumatera Barat, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan munculnya gejala alam berupa angin puting beliung, saat musim pancaroba yang masih berlangsung hingga Juni 2011.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Syafrizal, di Padang, Kamis, mengatakan, angin puting beliung cenderung sering terjadi pada peralihan musim pancaroba atau peralihan musim.

"Gejalanya dapat diketahui satu hari sebelum kejadian berupa cuaca panas yang terasa pengap di suatu kawasan," katanya.

Ia menyebutkan, puting beliung merupakan angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral hingga menyentuh permukaan bumi dan akan punah dalam waktu singkat, tiga hingga lima menit.

Namun demikian, lanjutnya, kekuatan dan kecepatan angin puting beliung yang terbentuk dan melanda suatu kawasan akan sulit dideteksi sebelum kejadian, tapi dapat diketahui berdasarkan gejala yang timbul sebelum terciptanya puting beliung.

"Proses terjadinya puting beliung sangat singkat dan skala lokal, maka sulit diprediksi kapan dan dimana akan terjadinya," katanya.

Ia menyebutkan, masyarakat perlu memahami fenomena cuaca yang mengindikasikan akan terjadinya puting beliung guna menghindari dampak yang akan ditimbulkan.

Berdasarkan kajian BMKG, lanjutnya, satu hari sebelum kejadian udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas atau gerah.

Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan cumulus (awan berlapis-lapis) di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti bunga kol.

Selanjutnya, kata Syafrizal, awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu-abu/hitam. Gejala lain yang mudah disaksikan yakni pepohonan di sekitar tempat seseorang berdiri ada dahan atau ranting yang bergoyang cepat.

"Dan kita dapat merasakan sentuhan udara dingin di sekitar tempat kita berdiri," jelasnya.

Angin puting beliung, katanya, mempunyai kecepatan rata-rata berkisar 30-40 knots dengan capaian sekitar 5-10 kilometer persegi dan berasal dari awan cumulonimbus (Cb) yaitu awan yang bergumpal, berwarna abu-abu gelap dan menjulang tinggi.

Namun, tidak semua awan cumulonimbus (Cb) menimbulkan angin puting beliung. Proses pembentukan awan Cb dimulai dengan gerakan massa udara di permukaan bumi "Untuk itu masyarakat Sumbar, khususnya kota Padang, tetap diminta waspada dan mengenali gejala-gejala sebelum munculnya angin puting beliung tersebut," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita