Kamis, 24 Mei 2012
Kementan Prakirakan Surplus Jagung 2,6 Juta Ton
Kamis, 26 Mei 2011 00:11
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 25/5 (SIGAP) - Kementerian Pertanian memperkirakan surplus produksi jagung 2011 mencapai 2,6 juta ton pipilan kering.

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro, di Jakarta, Rabu (24/5) mengatakan, prediksi tersebut merujuk pada Angka Ramalan (Aram) satu Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 yang menyebutkan produksi jagung tahun ini mencapai 17,9 juta ton pipilan kering.

"Kebutuhan sebesar 13,2 juta ton pipilan giling, kemudian susut hasil tanam sekitar 7-8 persen, maka akan diperoleh cadangan hasil tanam mencapai 2,6 juta ton pipilan kering," katanya.

Menurut Udhoro, kebutuhan jagung terus meningkat seiring pertambahan populasi dan pendapatan masyarakat.

Karakter hasil tanaman jagung, tambahnya, tidak merata sepanjang tanun, yang mana sekitar 79 persen ditanam di lahan kering.

Puncak panen terjadi di musim hujan, sementara di musim kemarau pada Juni-Juli mengalami defisit.

Sementara itu, mantan Menteri Pertanian, Bungaran Saragih, menilai agribisnis jagung di Tanah Air sudah sudah baik dari sektor hulu hingga hilir. Apalagi, banyak pemangku kepentingan yang terlibat, seperti industri benih, pupuk hingga pakan ternak.

Namun, menurutnya, tantangan peningkatan produktivitas tanaman jagung dihadapkan pada "off farm" atau sektor hilir pertanian, yakni lemahnya posisi tawar petani kecil.

Selain itu, rata-rata penguasaan lahan petani sebesar 0,3-0,5 hektare.

Ketiadaan organisasi petani pada gilirannya membuat mereka harus menyerahkan segalanya ke mekanisme pasar.

"Selain itu, dalam tataran pemikiran, tanaman jagung juga masih dianggap sebagai produk sekunder," ujarnya.

Menanggapi hal itu Anggoro mengakui hingga kini para petani belum memiliki jaminan harga pemerintah, sehingga praktis harga ditentukan mekanisme pasar.

"Begitu pula teknologi budidaya belum sesuai anjuran, sehingga produktivitas masih rendah," ujarnya Ia berharap partisipasi kalangan industri, terutama yang bersinggungan langsung dengan pertanian agribisnis jagung untuk menggandeng para petani.

Selain dukungan pemerintah, Adanya peningkatan kelembagaan petani kecil diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil tanam.

"Meski kita akui, titik lemah lainnya berada pada usaha budidaya," ungkapnya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita