Kamis, 24 Mei 2012
Bank Jateng Lakukan Pendampingan Terhadap Penerima KUR Di Kudus
Rabu, 25 Mei 2011 02:50
AddThis Social Bookmark Button

Kudus, 25/5 (SIGAP) - Bank Jateng Cabang Kudus memberikan pendampingan pengelolaan usaha terhadap penerima bantuan permodalan melalui kredit usaha rakyat, untuk mengantisipasi kredit macet.

"Dengan adanya pendampingan usaha, diharapkan pengelolaan usaha yang awalnya belum bersifat menguntungkan, bisa berkembang lebih maju, sehingga layak mendapatkan bantuan modal yang lebih besar lagi," kata Direktur Bank Jateng Cabang Kudus Teguh Haryanto, di Kudus, Selasa (24/5).

Selain itu, kata Teguh, pengelolaan usaha yang baik akan berdampak pada pengembalian kredit penerima KUR berjalan lancar dan tunggakan kredit bisa diminimalkan.

Dirinya mengungkapkan keuntungan lain memberikan pendampingan pengelolaan usaha, di antaranya terjadinya ikatan kekerabatan dengan pengusaha kecil dan menengah, sehingga mereka benar-benar bertanggung jawab dengan bantuan modal yang diperoleh.

"Penyaluran KUR juga menguntungkan pengusaha karena memiliki legalitas izin usaha yang lengkap," ujarnya.

Selama ini, kata Teguh, setiap menyalurkan KUR selalu menerapkan prinsip kehati-hatian, agar tepat sasaran dan pengembalian kredit juga berjalan lancar tanpa gangguan.

"Jika ada gangguan, tentunya bisa dikomunikasikan untuk dicarikan jalan keluar terbaik," ujarnya.

Pendampingan tersebut, kata dia, sekaligus untuk mengawasi kemungkinan terjadinya tindak penyalahgunaan bantuan modal untuk kepentingan yang bersifat konsumtif.

Dirinya mengungkapkan, besarnya KUR yang disalurkan selama Januari hingga Mei 2011 mencapai Rp100-an miliar.

"Kami siap memenuhi kebutuhan modal pengusaha kecil dan menengah, selama memenuhi persyaratan yang ada karena besarnya plafon yang disediakan cukup besar," katanya.

Penerimaan KUR maksimal Rp500 juta per orang dengan tingkat suku bunga pinjaman rata-rata sekitar 0,65 persen per bulan atau lebih murah dibandingkan dengan bunga pinjaman kredit konvensional yang mencapai 1 persen.

Selain bunga pinjaman lebih ringan, persyaratan untuk mendapatkan kredit tersebut juga lebih mudah, dibandingkan dengan kredit biasa.

"Pasalnya, fokus utama penyaluran KUR untuk untuk sektor produktif, mengingat pertumbuhannya cukup bagus," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita