Kamis, 24 Mei 2012
BMKG Kupang Minta Petani Mulai Hemat Air Irigasi
Rabu, 25 Mei 2011 02:40
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 25/5 (SIGAP) - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang, Ir Purwanto meminta para petani di Nusa Tenggara Timur untuk mulai melakukan penghematan dalam penggunaan air irigasi.

Permintaan BMKG itu disampaikan karena wilayah itu mulai memasuki musim kemarau panjang, kata Purwanto terkait langkah yang perlu diambil para petani dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Menurut Purwanto, para petani di Nusa Tenggara Timur harus lebih hemat dan kreatif dalam mengelola sumber air pada musim kemarau ini terutama pada lahan-lahan irigasi.

Hal ini penting dilakukan untuk menjaga tanaman pertanian yang sementara diusahakan tidak mengalami gagal panen.

"Kita minta petani di NTT harus bisa mengelola air secara baik menyusul wilayah NTT yang telah memasuki musim kemarau panjang," katanya.

Sebelumnya daerah NTT mengalami musim hujan dengan rata-rata di atas normal sehingga ketersediaan air sangat banyak.

Hanya saja, banyak pula terjadi perembesan dan aliran permukaan hingga ke laut. "Tetapi tentu air tanah masih tersedia sehingga perlu dikelola secara baik," katanya.

Dia mengatakan, kekurangan air pada tanaman yang sempat ditanam petani dapat mengganggu proses pertumbuhan terhadap tanaman dan pada akhirnya bisa gagal panen.

Salah satu solusi yang harus dilakukan para petani (terutama petani lahan basah) adalah mengelola dan memanfaatkan irigasi yang disediakan pemerintah sebaik-baiknya.

Artinya, pemanfaat air sesuai dengan kebutuhan tanaman karena kelebih air juga bisa merusak tanaman, katanya.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita