Kamis, 24 Mei 2012
Dinskes: Penderita ISPA Di Bangka 9.356 Orang
Selasa, 24 Mei 2011 08:54
AddThis Social Bookmark Button

Sungailiat, Bangka, 24/5 (SIGAP) - Penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), sejak Januari hingga Maret 2011 mencapai 9.356 orang penderita, karena tingkat polusi udara cukup tinggi.

"Jumlah penderita ISPA yang mencapai 9.356 orang merupakan jenis penyakit tertinggi dibandingkan penyakit hipertensi, sistim otot, kulit, diare dan lainnya," ujar Kabid Pelayanan Medik Dinkes Bangka, Nurhasanah di Sungailiat Selasa (24/5).

Dirinya  menjelaskan, dari jumlah penderita ISPA sebanyak 9.356 penderita tersebut dengan rincian pada Januari 2011 3.281 orang, Februari 3.072 orang dan Maret 3.003 orang, semuanya tersebar di delapan Kecamatan yaitu Sungailiat, Belinyu, Merawang, Pemali, Riau Silip, Puding Besar, Mendo Barat dan Kecamatan Bakam.

"Diprediksikan jumlah penderita ISPA akan terus mengalami peningkatan seiring masih rendahnya kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan seiring memasuki musim kemarau, dan aktivitas pertambangan timah di darat dan laut yang banyak memprodusir debu dan asap.

Sementara itu, jumlah berbagai penyakit lainnya selama Januari hingga Maret 2011 seperti hipertensi 2.807 orang, penyakit pada sistem otot 1.881 orang, infeksi penyakit pada usus 1.158 orang, penyakit lain pada saluran pernafasan bagian atas 785 orang dan penderita diare 950 orang.

Dirinya mengatakan, ISPA dapat menyerang semua golongan umur, mulai usia anak di bawah lima tahun (Balita) hingga manusia lanjut usia (manula).

"Penderita ISPA akan mengalami flu, batuk, demam dan pilek dan ispa kronis akan menyebabkan radang paru-paru yang dapat mengakibatkan kematian," ujarnya.

Menurutnya, penularan ISPA pada anak sulit diatasi karena kesadaran orang tua dan orang dewasa di sekitar mereka yang menderita ISPA seringkali tidak mengobati penyakitnya.

"Kesadaran para orang tua yang penderita ispa enggan berobat ke rumah sakit dan puskesmas, mereka hanya mengobati anaknya saja," katanya.

Selain itu, penyebab ISPA antaranya debu jalanan, asap rokok, asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi tinggi dapat merusak mekanisme pertahan paru sehingga akan memudahkan timbulnya Ispa.

"Umumnya ISPA tidak tergolong penyakit yang tidak berbahaya, jika diatasi atau diobati secepatnya penyakit tersebut bisa disembuhkan dalam waktu relatif singkat. Apabila dibiarkan, bisa berubah menjadi penyakit radang paru-paru yang mengancam jiwa penderita," ujarnya.

Untuk itu, kata Nurhasanah, diimbau warga untuk menjaga keadaan gizi agar tetap baik, immunisasi, menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan dan mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

"Kami mengharapkan warga untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan mengkosumsi air bersih serta buah-buahan dan bagi ibu rumah tangga yang memiliki Balita untuk rutin mengimmunisasi anaknya agar terhindar berbagai penyakit," ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita