Kamis, 24 Mei 2012
Menteri LH: Pemda Segera Lakukan Pendataan Keanekargaman Hayati
Senin, 23 Mei 2011 11:24
AddThis Social Bookmark Button

Jakarta, 23/5 (SIGAP) - Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta meminta setiap pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota segera melakukan pendataan keragaman hayati yang dimiliki untuk melindungi kekayaan tersebut agar tidak dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Tiap-tiap daerah harus mendata keanekaragaman hayati agar tidak tidak dicuri," kata Gusti Muhammad Hatta saat peringatan Hari Keanekaragaman Hayati di Taman Cibodas, Pangrango, Bogor, Jawa Barat.

Selain mencegah pencurian, dengan pendataan tersebut, maka daerah akan mendapatkan pembagian keuntungan (benefit sharing) dari setiap keanekaragam hayati yang digunakan dan dimanfaatkan.

"Setiap derivatif (turunanan) dari penggunaan keanekeragaman hayati maka daerah akan mendapatkan keuntungan," tambahnya.

Gusti menjelaskan, kepastian mendapatkan benefit sharing itu didapat setelah Indonesia ikut menandatangani Protokol Nagoya pada 11 Mei di Markas Besar PBB, New York bersama tujuh negara lainnya yaitu Guatemala, India, Jepang, Norwegia, Afrika Selatan, Swiss dan Tunisia.

Protokol Nagoya akan menjadi instrumen penting yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya genetik dan menghentikan praktek biopiracy (pencurian sumber daya genetik), khususnya bagi Indonesia yang merupakan negara mega biodiversity kedua di dunia.

Tahap terpenting setelah ditandatanganinya adalah diadopsinya Protokol Nagoya setelah itu ditindaklanjuti dengan ratifikasi.

Karena itu, saat ini, pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup tengah fokus untuk membangun taman kehati di sejumlah daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

"Selanjutnya akan dirampungkan untuk daerah Sumatra Barat, Daerah Istimewa Jogjakarta, Lampung, dan daerah lainnya," katanya.

Pembangunan taman kehati bertujuan untuk menyelamatkan kehati yang jumlah sangat banyak. Apalagi, jenis dan bentuk karakteristik kehati setiap daerah sangat berbeda satu dengan lainnya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita