Kamis, 24 Mei 2012
Pemprov Sumbar Targetkan Peningkatan Pengobatan HIV/ADIS
Senin, 23 Mei 2011 03:33
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 23/5 (SIGAP) - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menargetkan pada pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun II (2011-2015) persentase jumlah orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) yang mendapat pengobatan meningkat dari tahun ke tahun.

Tahun 2011 atau awal pelaksnaan RPJMD tahun II ditargetkan jumlah ODHA yang mendapat pengobatan 90 persen dari total penderita di daerah ini, kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam rancangan RPJMD 2011-2015 yang dikutip di Padang, Senin (23/5).

Selanjutnya, pada 2012, jumlah ODHA yang diobati ditargetkan meningkat menjadi 93 persen dan ditingkatkan lagi menjadi 95 persen pada tahun 2013, tambahnya.

Berikutnya pada 2014 dan 2015, jumlah ODHA yang dapat diobati kembali ditingkatkan dengan target 100 persen, tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumbar tercatat kasus HIV/AIDS hingga saat ini di daerah ini mencapai 624 kasus yang penderitanya tersebar di 19 kabupaten/kota.

Penderita kelompok terbanyak ODHA berusia 20 hingga 29 tahun dengan penularan penyakit melalui jarum suntik, sedangkan proporsi kasus penderita AIDS yang dilaporkan meninggal 12,86 persen dari jumlah penderita yang terdata.

Dengan peningkatan akses dan pelayanan, saat ini tercatat 624 kasus HIV/AIDS dengan rincian 72 HIV dan 552 AIDS). Ditinjau dari jumlah kasusnya, maka Sumbar peringkat 12 dari 33 provinsi kasus HIV/AISD di Indonesia.

Untuk pengobatan terhadap ODHA, Sumbar mempunyai rumah sakit rujukan dan klinik VCT untuk pasien HIV/AIDS yakni di RSUP Dr M Djamil Padang, RS Ahmad Muchtar Bukit tinggi, RSUD Pariaman dan RSUD Solok.

Sedangkan klinik VCT, terdapat RSUP M Djamil Padang, RS Ahmad Muchtar Bukittinggi, RS Yos Sudarso, LSM PKBI Cemara, LSM Lentera Minangkabau, Dinkes Sumatra Barat.

Selain sarana dan prasarana, Sumbar juga telah memiliki tenaga terlatih di RSUP M Jamil dan telah mendapat pelatihan CST Dasar, CST Lanjut (dokter, perawat), VCT, Monev, laboratorium.

Di RS Ahmad Muchtar dan RSUD Pariaman serta Solok para medis kesehatannya juga telah mendapat pelatihan CST Dasar, VCT dan HR. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita