Kamis, 24 Mei 2012
500 Hektare Lahan Tidur Di Sarolangun Masih Belum Dimanfaatkan
Senin, 23 Mei 2011 03:30
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 23/5, (SIGAP) - Sekitar 500 hektare lahan tidur yang tersebar di Kecamatan Air Hitam, Cermin Nan Gedang (CNG), Limun dan Batangasai, Kabupaten Sarolangun, hingga kini masih belum dimanfaatkan.

Padahal lahan tidur yang ada sangat potensial untuk menambah hasil produksi beras di Sarolangun. Apalagi saat ini ditargetkan produksi beras naik sekitar tujuh persen dari produksi tahun sebelumnya sebanyak 28.248 ton.

Kepala Dinas Pertanian Sarolangun Hardiono, Senin (23/5) mengatakan, di Sarolangun masih terdapat banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan.

Oleh sebab itu, Dinas Pertanian akan mengupayakan pemanfaatan lahan tidur guna menunjang hasil produksi beras pada tahun 2011.

"Apabila lahan tidur yang ada tersebut dimanfaatkan setidaknya bisa menambah hasil produksi beras sekitar dua persen," ungkapnya.

Pada dasarnya, kata Hardiono, lahan tidur yang ada sangat potensial digunakan untuk persawahan. Hanya saja masyarakat yang memiliki lahan tidur tersebut masih malas untuk bertani. Sebab masyarakat menginginkan yang langsung saja.

Memang hasil dari pertanian yang bersifat instan jauh lebih besar, sehingga semakin tidak dipedulikan lahan tidur yang ada. Dengan pemanfaatan lahan tidur, diharapkan mampu menunjang hasil produksi beras pada tahun ini.

Apalagi bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Sarolangun sebesar 31.714 ton pertahun. Apabila dilihat dari angka produksi beras dengan kebutuhan beras di Sarolangun, jelas masih kurang sekitar 3.000 ton.

"Kalau dimanfaatkan, lahan tidur yang ada dan ditambah lagi dengan indeks pertanian yang ditingkatkan mampu untuk mencukupi kebutuhan beras Sarolangun," jelasnya.

Selain pemanfaatan lahan tidur yang ada, untuk menunjang produksi beras juga akan diupayakan dengan cara pengadaan cetak sawah baru seluas 400 hektare.

Selain itu, juga memperbaiki proses penggilingan padi bagi masyarakat. Dan sentra target peningkatan hasil pertanian pada tahun ini akan difokuskan pada empat kecamatan, yaitu Batang Asai, Pelawan, CNG dan Air Hitam. Semua wilayah tersebut memiliki potensi bidang pertanian. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita