Kamis, 24 Mei 2012
Kadistan Lebak Nyatakan Produksi Pangan Surplus 15 Persen
Minggu, 22 Mei 2011 13:47
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 22/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sopiyan mengatakan, produksi pangan pada 2010 surplus sekitar 15 persen atau 74.226 ton gabah kering pungut (GKP) dari sasaran target 429.169 ton dengan areal sawah seluas 47.760,2 hektare.

"Kami yakin produksi pangan tahun 2011 ditargetan surplus 20 persen dari jumlah 496.070 ton GKP," katanya di Rangkasbitung, Minggu (22/5).

Sopiyan mengatakan, pemerintah daerah sasaran produksi pangan tahun ini mencapai 496.070 ton untuk mendukung program pemerintah.

Apabila produksi pangan tersebut tercapai, maka Kabupaten Lebak bisa memberikan kontribusi ketahanan pangan nasional sekitar 20 persen.

Saat ini, produksi pangan Kabupaten Lebak setiap musim panen bisa memasok beras, selain daerah Provinsi Banten juga ke luar daerah, seperti Jakarta, Sukabumi, Bogor hingga Lampung.

"Selama ini produksi pangan tahun ke tahun meningkat karena keseriusan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat," katanya.

Menurut Sopiyan, pihaknya terus mengoptimalkan sarana dan prasarana pertanian juga sumber daya manusia (SDM) petani.

Selain itu juga bantuan alokasi dana melalui APBD Kabupaten dan APBN.

Bantuan dana tersebut dalam upaya mendukung program ketahanan pangan secara nasional.

"Program pangan di sini cukup baik selama empat tahun terakhir produksi padi surplus dan tidak ditemukan kerawanan pangan," katanya.

Dirinya menyebutkan, saat ini sarana dan prasarana pertanian ditingkatkan, seperti perbaikan bendung dan jaringan irigasi desa, pengembangan jalan usaha tani, optimalisasi lahan atau pencetakan sawah baru, pupuk dan bantuan pompanisasi.

Selain itu, juga perbaikan rehabilitasi jaringan irigasi tingkat usaha tani (Jitut) dan jaringan irigasi pedesaan (Jides).

Disamping itu peningkatan SDM melalui penyelenggaraan Sekolah Lapang Pengelolaan Terpadu (SLPT) dan mengembangkan sistem penerapan penanaman jejar legowo serta peningkatan mutu intensifikasi (PMI).

Sementara itu, Sekertaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lebak H Aep Suhendri mengatakan, panenan padi Februari-Maret tahun 2011 cukup bagus dibandingkan musim panen 2010.

Musim panen 2011, lanjutnya, selain produksi meningkat juga tidak ada serangan hama maupun penyakit, meskipun sering dilanda hujan.

"Musim panen tahun ini petani merasa lega karena dipastikan dapat keuntungan sekitar Rp 12 juta per hektare dengan harga GKP Rp2.700 per kg," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita