Kamis, 24 Mei 2012
BPBD: Peralatan Evakuasi Perlu Di Tambah
Sabtu, 21 Mei 2011 10:59
AddThis Social Bookmark Button

Lebak, 21/5 (SIGAP) - Peralatan evakuasi bencana alam di Kabupaten Lebak, Banten, relatif terbatas sehingga perlu ditambah, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak Muklis.

"Kami akan mengusulkan peralatan evakuasi untuk mengantipasi kemungkinan terjadi banjir dan longsor," katanya di Rangkasbitung, Sabtu (21/5).

Muklis mengatakan, pihaknya mengusulkan peralatan evakuasi tersebut kepada Pemerintah Pusat dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN).

Saat ini, peralatan evakuasi yang ada antara lain sebanyak 200 pelampung, dua unit perahu karet, tiga tenda kanvas, tiga tenda regu, dan enam tenda keluarga.

Peralatan evakuasi itu, katanya, hanya berada di kabupaten, sedangkan di kecamatan sebagai daerah rawan bencana alam sama sekali tidak ada.

"Kalau usul itu bisa direalisasikan tentu peralatan itu bisa dibagikan ke tingkat kecamatan," ujarnya.

Menurut Muklis, terbatasnya peralatan evakuasi bisa menghambat tim relawan dalam memberikan pertolongan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Saat ini, kata Muklis, jumlah daerah yang merupakan langganan banjir dan longsor tersebar di 24 kecamatan dan 83 desa/kelurahan.

"Saya kira bisa dibayangkan jika terjadi bencana alam bagaimana menyelamatkan korban jiwa apabila peralatan evakuasi terbatas," katanya.

Dia menyebutkan, wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan bencana banjir, longsor, kekeringan, dan tsunami.

Dengan kekurangan peralatan itu, kata Muklis, penanganan bencana berkoordinasi bersama instansi pemerintah daerah, Polri, TNI, Tagana dan tim relawan.

"Selama ini kami berkoordinasi dengan instansi lain berjalan dengan baik," katanya.

Ketua Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengakui, peralatan evakuasi relatif kurang sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap keselamatan jiwa apabila terjadi bencana.

Penanganan bencana alam, lanjutnya, harus dilakukan secara cepat dengan peralatan bantuan evakuasi. "Saya berharap pemerintah dan BPBN dapat menambah peralatan evakuasi," katanya. (laporan/ant)

 

Arsip Berita