Kamis, 24 Mei 2012
Dispora Babel Bina 30 Kelompok Wirausaha Pemuda Atasi Pengangguran
Sabtu, 21 Mei 2011 10:48
AddThis Social Bookmark Button

Pangkalpinang, 21/5 (SIGAP) - Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bangka Belitung (Babel), membina 30 kelompok wirausaha pemuda, dalam upaya meningkatkan kemandirian pemuda sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengatasi pengangguran.

"Pembinaan kewirausahaan pemuda ini dilakukan merata di tujuh kabupaten dan kota yaitu Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung dan Kabupaten Belitung Timur," ujar Kasi Kelembagaan Wirausahaan Dispora Babel, Arhandis di Pangkalpinang, Sabtu (21/5).

Dirinya menjelaskan, pembinaan ini dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan dan seminar untuk meningkatkan wawasan pemuda tentang wirausahaan, menciptakan lapangan kerja dan membentuk pemuda menjadi pengusaha unggul yang memiliki daya saing tinggi.

Selain itu, katanya, pada Juni 2011 juga dilakukan kerja sama dengan PT Timah untuk memberikan keterampilan teknis melalui pelatihan terhadap 30 kelompok kewirausahaan pemuda untuk menggelola rumput laut menjadi makanan khas kricu rumput laut di Kota Pangkalpinang.

Menurutnya, pelatihan kewirausahaan pemuda ini, selain untuk menciptakan pemuda yang mandiri juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani pembudidayaan rumput laut.

Penggelolaan rumput laut menjadi makanan ringan karena potensi bahan baku rumput laut cukup tersebar di Kabupaten Belitung, Belitung Timur, Bangka Selatan, Bangka Tengah yang belum dikekola secara optimal.

"Selama ini, rumput laut hanya untuk campuran minuman cendol dan kurang diminati masyarakat sehingga perlu diupayakan diversifikasi produk dengan bahan baku rumput laut agar memberikan nilai tambah bagi potensi rumput laut tersebut," ujarnya.

"Para peserta pelatihan akan dilatih tenaga profesional untuk menghasilkan wirausahawan tangguh dan berkecakapan," ujarnya.

"Saat ini, nilai jual rumput laut masih rendah karena kurangnya permintaan dunia usaha, sehingga akan berdampak berkurangnya minat petani untuk membudidayakan rumput laut yang sebetulnya memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya.

Untuk itu, kata Arhandis, diharapkan melalui pelatihan ini akan muncul pemuda pelopor bidang ekonomi, lingkungan dan pendidikan.

"Kami berharap para peserta pelatihan ini serius agar masa depan para pemuda akan berubah dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja, baik lapangan kerja untuk dirinya dan untuk sesama pemuda lain," ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita