Kamis, 24 Mei 2012
Pemkot Padang Anggarkan Rp1,21 Miliar Untuk Perencanaan Pembangunan Ekonomi
Sabtu, 21 Mei 2011 10:38
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 21/5 (SIGAP) - Pemerintah Kota Padang alokasikan anggaran dana Rp1,21 miliar untuk membiayai program perencanaan pembangunan ekonomi di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat itu pada tahun 2011.

"Dana tersebut telah dianggarkan pada APBD 2011 dan pelaksana program dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Padang bersama pihak terkait," kata Wali Kota Padang, Fauzi Bahar dalam penjabaran nota keuangan APBD 2011 di Padang, Sabtu (21/5).

Dalam program tersebut dilaksanakan lima kegiatan yang terkait dengan perencanaan pembangunan ekonomi di Kota Padang dan mendapat pembiayaan dari anggaran APBD 2011.

Lima kegiatan itu meliputi, fasilitasi penunjang investasi dan koordinasi bidang ekonomi dengan alokasi dana Rp72,25 juta dan identifikasi serta pemetaan lokasi pemanfaatan air bawah tanah dengan anggaran Rp390 juta.

Kemudian, kegiatan pengkajian pengembangan inti daerah dan potensi kemitraan penyaluran kredit melalui UKM dan koperasi yang berbasih ekonomi syariah dengan dana pelaksanaan Rp277,45 juta.

Selanjutnya, kegiatan kajian potensi retribusi Kota Padang dengan dana Rp426,7 juta dan kegiatan pengembangan pertanian perkotaan dalam upaya menunjang pariwisata dengan alokasi anggaran disediakan Rp52,3 juta.

Dibanding tahun 2010, dana untuk program perencanaan pembangunan ekonomi kota Padang di 2011 mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp987,82 juta menjadi Rp1,21 miliar.

Pada 2010 jumlah kegiatan dilaksanakan dalam program ini dan dibiayai APBD tahun tersebut hanya empat meliputi, fasilitasi penunjang investasi dan koordinasi bidang ekonomi yang dilaksanakan dengan dana Rp50 juta.

Kemudian, kegiatan penunjang program Prima Tani untuk 2010 dengan anggaran pelaksanaan Rp37,82 juta, lalu kegiatan kajian penyusunan road map pemulihan dan pengembangan ekonomi dengan dana Rp400 juta.

Selanjutnya, penyusunan perencanaan CBD Kota Padang untuk kawasan pasar melalui kegiatan dengan biaya Rp500 juta. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita