Kamis, 24 Mei 2012
Gigitan Anjing Di Bali Selama 4 Bulan Capai 19.144 Kasus
Jumat, 20 Mei 2011 08:24
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 20/5 (SIGAP) - Kasus gigitan anjing pada manusia di Bali kondisinya semakin mengkhawatirkan, karena kasus baru selama empat bulan periode Januari-April 2011 mencapai 19.144 kejadian.

"Kasus gigitan anjing baru itu terjadi hampir secara merata di delapan kabupaten dan satu kota di daerah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Nyoman Suteja didampingi Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) dr Ketut Subrata di Denpasar, Jumat (20/5).

Dirinya mengatakan, gigitan anjing memasuki tahun 2011 itu paling banyak dilaporkan dari Kabupaten Gianyar yang mencapai 3.189 kasus, menyusul Buleleng 2.355 kasus, Tabanan 2.260 kasus, Badung 1.954 kasus, Denpasar 1.113 kasus dan Klungkung 1.053 kasus.

Untuk Kabupaten Bangli tercatat 1.515 kasus, Karangasem 1.419 kasus dan gigitan yang dilaporkan sekaligus ditangani RSUP Sanglah Denpasar terhitung 3.908 kasus.

Kasus gigitan anjing sebanyak itu langsung ditangani rumah sakit kabupaten dan RSUP Sanglah dengan memberikan vaksin anti-rabies (VAR) kepada para penderita yang jumlahnya mencapai 18,745 vial.

Suteja menjelaskan, untuk gigitan anjing selama 2009 tercatat 21.809 kasus, meningkat menjadi 60.434 kasus pada tahun 2010.

Gigitan anjing tersebut sebagian besar ditangani pihak rumah sakit kabupaten/kota maupun RSUP dengan memberikan vaksin tiga kali.

Dengan cara itu diharapkan gigitan anjing tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Oleh sebab itu, persediaan VAR dan penanganan menjadi hal yang sangat penting dalam menuntaskan rabies di Pulau Dewata.

Bali sekarang memiliki persediaan 17.394 vial VAR sebagai upaya mengantisipasi program prioritas penanggulangan penyakit rabies di Pulau Dewata.

VAR tersebut dialokasikan ke rumah sakit di masing-masing kabupaten/kota untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga yang membutuhkan di daerah ini.

Nyoman Suteja menambahkan, persediaan VAR tersebut terdiri atas RSUP Sanglah 650 vial, Kota Denpasar 300 vial, Badung 2.100 vial, Tabanan 1.100 vial, Gianyar 700 vial, Karangasem 1.120 vial, Klungkung 350 vial, Bangli 580 vial, Jembrana 210 vial dan Buleleng 1.250 vial.

Selain itu persediaan di Dinas Kesehatan Bali sebanyak 9.025 vial sebagai cadangan untuk memenuhi kekurangan yang dialami oleh rumah sakit kabupaten/kota di Bali, tutur Nyoman Suteja. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita