Kamis, 24 Mei 2012
Dikpora: 4.000 Siswa Miskin NTB Peroleh Beasiswa Kemendiknas
Jumat, 20 Mei 2011 07:19
AddThis Social Bookmark Button

Mataram, 20/5 (SIGAP) - Sekitar 4.000 siswa tingkat sekolah menengah yang berasal dari keluarga kurang mampu memperoleh beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional agar bisa menyelesaikan sekolahnya hingga tuntas.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Basri, di Mataram, Jumat (20/5) mengatakan, total beasiswa untuk siswa SMA dan SMK kurang mampu dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun anggaran 2011 mencapai Rp8 miliar lebih.

"Dana beasiswa itu akan dialokasikan untuk sekitar 1.000 siswa SMK negeri yang kurang mampu dan sekitar 3.000 siswa SMA negeri yang kurang mampu," ujarnya.

Menurut Basri, masing-masing siswa akan memperoleh dana bantuan pendidikan sebesar Rp65 ribu per bulan. Uang tersebut diarahkan untuk membeli kebutuhan sekolah seperti sepatu, buku dan lain-lain.

Penyaluran beasiswa direncanakan akan dilakukan pada Juni 2011, sesuai dengan harapan Presiden Susilo Bambang Yudhyono yang menginginkan agar segala bentuk bantuan sosial kepada masyarakat secepatnya disalurkan.

Basri mengatakan, mekanisme penyaluran dana bantuan dilakukan melalui Biro Keuangan Setda NTB ke rekening masing-masing sekolah penerima beasiswa.

"Para siswa yang memperoleh beasiswa adalah yang berasal dari keluarga kurang mampu dan diusulkan oleh sekolahnya," ujarnya.

Basri menjelaskan, Kemendiknas mengalokasikan anggaran untuk beasiswa bagi siswa menengah yang berasal dari keluarga kurang mampu sebagai salah satu upaya agar siswa miskin bisa mengenyam pendidikan yang layak.

Bantuan dana pendidikan itu juga dalam rangka menekan angka putus sekolah, khususnya di tingkat sekolah menengah serta untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi masyarakat (APM) di tingkat sekolah menengah.

Basri juga menegaskan bahwa bantuan dana pendidikan bagi siswa kurang mampu tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk hal-hal yang bersifat di luar kebutuhan siswa.

"Pemberian beasiwa itu sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTB. Kami berharap masyarakat bisa berperan serta dalam pengawasan pengelolaan dana bantuan pendidikan bagi siswa miskin tersebut," katanya. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita