Kamis, 24 Mei 2012
Idep: Perlu Terus Sosialisasikan Rumah Ramah Gempa
Kamis, 19 Mei 2011 03:43
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 19/5 (SIGAP) - Manager Yayasan Idep Padang, Dedi Triadi mengatakan, sosialisasi pembangunan rumah ramah gampa perlu terus dilakukan di daerah rawan bencana Sumatera Barat.

Sosialisasi rumah aman gempa dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain dengan pemasangan iklan, film, talkshow dan diskusi di media massa maupun langsung di tengah masyarakat, katanya di Padang, Kamis (19/5).

Idep bersama-sama pihak terkait lainnya akan terus melakukan sosialisasi tersebut, dengan harapan timbul kesadaran bersama untuk mengurangi korban apabila terjadi gempa, ujarnya.

Untuk sosialisasi tersebut, Idep didukung Kemitraan Australia-Indonesia (AIFDR), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Padang Art Studio, yang salah satunya dengan lomba desain, poster dan mewarnai rumah aman gempa.

Kegiatan itu untuk memperkuat sosialisasi rumah aman gempa dengan beragam cara ke tengah masyarakat.

Rumah aman gempa merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak negatif bila terjadi gempa di masa mendatang, tambahnya.

Sementara itu Direktur Kreatif Yayasan Idep I Gede Sugiarta mengatakan, sekitar 80 persen masyarakat Sumbar sudah mengetahui tentang rumah aman gempa, namun masih sedikit yang membangun sesuai dengan konstruksi aman gempa tersebut.

Menurutnya, mereka yang membangun sesuai konstruksi rumah aman gempa, mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas.

Untuk itu rumah aman gempa perlu terus disosialisasikan bersama-sama, agar lebih banyak masyarakat yang paham dan mempraktikkannya, tambahnya.

Sedangkan ahli konstruksi dari Klinik Konstruksi Universitas Andalas, Hendri GP mengatakan, salah satu anggapan di tengah masyarakat selama ini kalau membangun rumah aman gempa itu butuh dana besar.

"Hal itu tidak sepenuhnya benar. Memang lebih mahal sekitar 20 hingga 30 persen, tapi kelebihan itu tak seberapa dibandingkan keamanan penghuni dan keluarganya," ujarnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita