Kamis, 24 Mei 2012
Akibat Reklamasi Pantai Jutaan Mangrove Di Dumai Punah
Kamis, 19 Mei 2011 03:39
AddThis Social Bookmark Button

Dumai, 19/5 (SIGAP) - Ketua Pecinta Alam Bahari Dumai, Darwis Mohammad Saleh mengatakan, sekitar jutaan mangrove atau bakau di Kota Dumai, Provinsi Riau, punah akibat kegiatan reklamasi pantai yang disalahartikan sehingga memberikan dampak abrasi yang kian parah.

Darwis di Dumai, Rabu (18/5) menambahkan, reklamasi yang seharusnya sebuah usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya, namun di Dumai justru sebaliknya, mendatangkan kerusakan bagi tanaman bakau.

"Kerusakan jutaan batang taman bakau di Dumai menjadi bencana. Hal ini karena memanfaatkan kawasan atau lahan kosong di kawasan pantai untuk kepentingan industrial yang sebenarnya sangat merusak tata ruang lingkungan akan memperlebar gerusan abrasi," jelasnya.

Setiap tahunnya, kata Darwis, telah terjadi alihfungsi lahan bakau menjadi kawasan pelabuhan tempat bersandarnya kapal-kapal berkapasitas ratusan bahkan ribuan ton di sepanjang alur Sungai Dumai.

"Parahnya lagi, kapal-kapal besar selalu melintasi wilayah pantai Dumai setiap harinya. Kondisi ini yang menjadi salah satu penyebab kepunahan bakau karena hempasan gelombang kapal secara tidak langsung juga menggoyahkan akar bakau," katanya.

Kepunahan bakau tersebut yang kemudian menurut Darwis menyebabkan gerusan abrasi kian parah. Diperkirakan setiap tahunnya mencapai satu hingga dua meter.

Selain itu, reklamasi pantai yang disalah artikan juga dapat dilihat dari kegiatan sebagian warga terutama yang berada di sekitar pantai dan sungai Dumai.

"Setiap harinya mereka selalu menebang bakau untuk kepentingan perindustrian arang tanpa ada penanaman ulang secara rutin. Akibat penebangan bakau secara ilegal ini, Sungai Dumai juga kian melebar sehingga tidak dapat menahan terjangan banjir pasang laut," terang dia.

Di lain kesempatan, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai H Basri menyatakan, pihaknya akan berupaya menjaga lingkungan khususnya tanaman bakau yang saat ini terus mengalami kepunahan.

Upaya minimalisir kepunahan bakau, kata Basri, akan dimulai dengan mendeteksi secara dini titik kerawanan kepunahan bakau, termasuk lokasi-lokasi yang marak perambahan dan penebangan liar.

Setelah dideteksi tingkat kerawannya, terang Basri, kemudian akan ditindaklanjuti dengan penanaman bibit bakau dan lainnya.

"Namun upaya ini juga harus didukung oleh semua pihak termasuk para LSM pecinta alam. Selain itu, kepada masyarakat sekitar juga sebaiknya dilakukan pencerahan atau pengatahuan dini tentang dampat dari perambahan atau penebangan bakau secara liar," imbuhnya.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita