Kamis, 24 Mei 2012
DKP : Terumbu Karang Di Lampung Barat Makin Rusak
Kamis, 19 Mei 2011 03:29
AddThis Social Bookmark Button

Liwa, Lampung, 18/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran, di Liwa, Rabu (18/5) mengatakan, kondisi terumbu karang di perairan Kabupaten Lampung Barat makin rusak parah akibat pengeboman ikan dan penggunaan pukat harimau yang terus berlangsung.

"Kerusakan terumbu karang di kawasan laut daerah ini makin mengkhawatirkan," katanya.

Nata menjelaskan, kerusakan terumbu karang membuat hasil tangkapan ikan nelayan setempat mengalami penurunan drastis.

Dirinya menuturkan, penangkapan ikan secara ilegal kerap terjadi di perairan pesisir Lampung Barat yang dilakukan oleh kapal asing.

"Perairan pesisir Lampung Barat memang menjadi lokasi yang sulit terpantau, selain itu kondisi perairan yang ekstrem menyulitkan pihak petugas untuk memberikan pengamanan sehingga situasi ini dimanfaatkan sebagian oknum untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum tersebut," kata dia lagi.

Menurutnya, permasalahan di kawasan perairan Lampung Barat seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah.

Keberadaan terumbu karang di Perairan Kabupaten Lampung Barat saat ini mulai rusak akibat maraknya nelayan menggunakan bom ikan, pukat harimau dan penambangan yang dilakukan oleh warga.

"Penggunaan bom ikan dan pukat harimau serta aktivitas tambang secara ilegal semakin mengancam kelangsungan terumbu karang yang terdapat di kawasan laut ini, " katanya.

Menurut data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, terdapat tiga perairan yang mengalami kerusakan terumbu karang cukup parah, yakni di Kecamatan Bengkunat, Kecamatan Lemong, dan Kecamatan Pesisir Utara.

Ketiga wilayah tersebut, memang mengalami kerusakan terumbu karang cukup parah, akibat pengeboman ikan, serta aksi penambangan yang yang telah terjadi bertahun tahun.

Kerusakan terumbu karang tersebut tentunya berdampak terhadap punahnya keanekaragaman biota laut, juga hasil tangkapan nelayan.

"Daerah ini seharusnya menjadi perhatian khusus pemerintah. Pasalnya, selain menjadi kawasan konservasi laut, Lampung Barat juga memiki empat spesies penyu langka dunia, empat penyu tersebut yakni penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, dan penyu belimbing," katanya.

Tidak hanya masalah kerusakan terumbu karang saja, minimnya pengijauan di kawasan pesisir membuat kawasan ini rusak oleh gelombang tinggi dan abrasi.

"Masalah pengawasan kawasaan pesisir akan berjalan dengan baik, bila pemerintah pusat dapat memfokuskan dan mempercepat pembangunan dermaga perikanan yang berada di Kecamatan Bengkunat, agar pengamanan perairan Lampung Barat maksimal," katanya.

"Saya berharap pemerintah pusat serius memperhatikan Lampung Barat, sehingga kerusakan di kawasan pesisir Lampung Barat dapat dicegah sedini mungkin, agar penyelamatan terhadap hewan air juga spesies penyu dapat membuahkan hasil," kata Nata lagi. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita