Kamis, 24 Mei 2012
Asosiasi UMKM Depok Berharap Bentuk Koperasi Simpan Pinjam Bagi Pengusaha Kecil
Rabu, 18 Mei 2011 07:24
AddThis Social Bookmark Button

Depok, 18/5 (SIGAP) - Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Depok membentuk Koperasi Simpan Pinjam, yang diharapkan akan membantu para pengusaha kecil tersebut dari sisi permodalan.

"Ini merupakan program yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha kecil," kata Ketua Asosiasi UMKM Depok, Santoso, di Depok, Rabu (18/5).

Dirinya mengatakan, asosiasi tersebut akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar kota Depok.

Menurutnya, program pembentukan koperasi simpan pinjam tersebut bisa menjadi titik awal kebangkitan UMKM Kota Depok yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

"Program simpan pinjam tersebut, dinilai penting untuk memutarkan roda usaha para penggerak ekonomi kecil," katanya.

Dikatakan, sejak 2007 jumlah UMKM yang tergabung di dalam asosiasi ini tercatat sebanyak 232 anggota. Namun, entah mengapa asosiasi tersebut sepertinya mati suri dan tidak banyak berkiprah di Depok.

Dirinya berharap dengan kepengurusan yang baru dapat merangkul semua pengusaha UMKM di Depok. Selain itu asosiasi tengah menggodok rencana pembentukan koperasi untuk para anggota, baik itu tentang sumber dana, tata tertib pinjaman serta mekanismenya.

"Rencananya untuk dana awal setiap anggota yang usahanya telah maju pesat diberikan investasi awal sebesar Rp4.000.000 sampai Rp5.000.000," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid UMKM Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar kota Depok, Yelis Rosdiana kota Depok mengatakan dengan program koperasi tersebut, bisa mengatasi sisi permodalan yang selama ini dikeluhkan banyak pengusaha kecil.

Dirinya mengakui, memang banyak dari UMKM yang kurang mendapat akses segi keuangan, hingga modal selalu menjadi kendala utama. Dengan terobosan asosiasi ini, masalah permodalan UMKM bisa teratasi, mengingat sebenarnya banyak potensi UMKM yang bisa dikembangkan.

Pemkot Depok telah mencanangkan 8 program unggulan, salah satunya adalah Kredit tanpa bunga sebesar Rp5.000.000 kepada 5.000 UKM. Program unggulan tersebut akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) 2011-2016.(laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita