Kamis, 24 Mei 2012
Mulai 2014 Pemkab Kerinci Targetkan Swasembada Ikan
Rabu, 18 Mei 2011 07:09
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 18/5 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci menargetkan wilayahnya menjadi daerah swasembada ikan mulai 2014.

"Pemerintah daeah juga akan berhenti mendatangkan ikan dari berbagai daerah tetangga. Bupati H murasman sudah mengungkapkan misi dan programnya ke hadapan Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, akan membangun Kerinci menjadi kabupatan yang swasembada ikan serta menghentikan aktivitas impor ikan dari daerah luar pada 2014 nanti," kata Kabag Humas Pemkab Kerinci, Julizarman, di Kerinci, Rabu (18/5).

Dikatakan Juslizarman, hal tersebut disampaikan Bupati saat mendampingi Gubernur meninjau Balai Benih Ikan (BBI) Kerinci di desa Pendung kecamatan Air Hangat Timur baru-baru ini.

"Dengan terus berkembangnya BBI, bupati optimis cita-cita Kerinci swasembada ikan pada 2014 tersebut bisa terwujud karena dengan adanya BBI tersebut persoalan pengadaan bibit dan penangkaran telah bisa teratasi," kata Julizarman.

Dikatakannya, meskipun Kerinci hingga kini adalah salah satu kabupaten yang memiliki potensi perairan yang sangat lengkap dan luas untuk pengembangan perikanan, namun untuk menutup kebutuhan ikan masih terpaksa harus mengimpor dari daerah-daerah tetangga.

"Kecuali ikan Semah, selama ini Kerinci terus mendatangkan berbagai jenis ikan, khususnya jenis ikan tangkapan dari laut baik ikan kering maupun basah. Kerinci harus tetap mendatangkan dari Pesisir Sumatera Barat. Sementara untuk ikan air tawar, seperti nila, gurame, patin, dan mas masih didatangkan dari Lubuk Linggau, Bungo, dan Jambi," paparnya.

Saat ini, pemerintah tengah menggalakkan perikanan tambak di Kerinci khususnya untuk jenis-jenis ikan air tawar. BBI kini semakin gencar mengembangkan bibit-bibit ikan untuk kebutuhan pertambakan masyarakat.

"Ikan Semah yang merupakan ikan endemik Kerinci dan menjadi target utama untuk dikembangkan BBI Pendung," katanya.

Berbagai program penangkaran diterapkan BBI terhadap semah, seperti pembibitan dan perindukan yang produksinya sebagian besar digunakan untuk program "restrocking" ke danau, sungai, dan sumber perairan lainnya yang menjadi habitat ikan bernilai tinggi itu.

"Saat ini, BBI Pendung dilaporkan telah berhasil memelihara sedikitnya 200 ekor induk ikan semah produktif untuk keperluan riset dan produksi bibit-bibit ikan semah unggul. Bibit unggul ini nantinya untuk menutupi kebutuhan petani, selain untuk 'restocking'," tegasnya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita