Kamis, 24 Mei 2012
Bappeda: Pandeglang Kembangkan lima Komoditas Pertanian
Rabu, 18 Mei 2011 05:57
AddThis Social Bookmark Button

Pandeglang, 18/5 (SIGAP) - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Aah Wahid Maulany di Pandeglang, Selasa (17/5) menyatakan, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada 2011 akan mengembangkan lima komoditas pertanian unggulan, yakni padi, durian, manggis, pisang dan nenas.

"Lima komoditas tersebut menjadi fokus pengembangan sektor pertanian, di samping komoditi lainnya yang juga bisa dibudidayakan," kata katanya.

Dari lima komoditas tersebut, katanya, yang menjadi unggulan yakni padi, baik padi sawah maupun gogo.

Pengembangan lima komoditas tersebut, terutama padi, kata dia, sejalan dengan kebajikan pemerintah Kabupaten Pandeglang yang menjadikan sektor pertanian sebagai andalan perekonomian, di samping pariwisata.

Kabupaten Pandeglang, lanjutnya, selama ini menjadi penghasil gabah kering giling (GKG) terbesar di Provinsi Banten.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang Cahyan Sofyadi secara terpisah menjelaskan, pada 2010 realisasi produksi GKG mencapai 105 persen dari target yang ditetapkan 656.672 ton.

Pada 2011, target produksi GKG 689.506 ton atau mengalami kenaikan 32.834 ton dibandingkan target 2010. Untuk triwulan I 2011 produksi GKG sudah mencapai 40 persen.

Dirinya mengaku, optimistis bisa merealisasikan target produksi GKG dengan lebih mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian yang tersedia, baik sawah maupun huma (daratan).

Cahyan juga menjelaskan, pada 2011 akan lebih mengoptimalkan pengembangan padi gogo. Potensi luas areal penanaman padi gogo atau padi darat di daerah itu mencapai 24.175 hektare (ha), namun hingga saat ini areal panen baru 5.223 Ha.

Menurutnya, dari luas areal yang telah dikelola itupun produksinya masih relatif minim karena teknologi yang dikembangkan masih sederhana.

"Kita sangat mengharapkan bantuan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi untuk terus mendukung pengembangan padi gogo di Pandeglang, selain agar potensi yang ada bisa dimanfaatkan juga supaya produksinya maksimal," katanya.

Cahyan juga menjelaskan, dalam mengembangkan padi gogo di daerah itu masih dihadapkan berbagai kendala di antaranya infrastruktur pertanian belum memadai, asupan teknolog yang digunakan masih rendah.

Selain itu, teknik budidaya belum mengikuti pola konnservasi lahan sehingga berpengaruh pada produktivitas, rendahnya kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan sapordi (sarana produksi) sehingga produksi masih kurang optimal. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita