Rabu, 23 Mei 2012
PU: DiButuhkan Rp25,5 Miliar Untuk Penanganan Bencana NTT
Selasa, 17 Mei 2011 02:18
AddThis Social Bookmark Button

Kupang, 17/5 (SIGAP) - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yoseph Lewa, di Kupang, Selasa (17/5) mengatakan, Pemprov NTT membutuhkan dana sekitar Rp25,5 miliar untuk penanganan bencana alam yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan di provinsi kepulauan itu.

Yoseph mnambahkan, pihaknya telah melakukan identifikasi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan terjadi di 22 lintasan.

Dirinya mengemukakan hal itu terkait kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan dan besarnya kerugian akibat bencana banjir yang melanda wilayah itu selama beberapa bulan terakhir ini.

Menurutnya, data terakhir yang masuk akibat kejadian bencana alam terjadi pada jalur jalan provinsi yang menghubungkan Ruteng-Iteng, Kabupaten Manggarai.

Dalam bencana itu, ruas jalan rusak dengan kedalaman sekitar tiga meter sepanjang 200 meter lebih, katanya.

Kerusakan ini belum termasuk longsoran pada sejumlah titik pada jalur jalan tersebut.

Dirinya mengakui pada lintasan jalan ini memang sangat rawan terjadi longsor karena berada di sisi lereng.

Dinas Pekerjaan Umum NTT kata dia sudah menerima saran dari pemerintah dan DPRD setempat agar lintasan jalan tersebut dilakukan alihterase.

"Memang sudah ada saran dan kami sedang melakukan kajian. Pada lintasan ini memang sudah ada jalan yang bisa digunakan untuk alihterase tetapi jalannya terlalu sempit," katanya.

Mengenai dana untuk penanganan bencana ini dirinya mengatakan, saat ini tidak ada sama sekali dana yang tersedia untuk menangani kerusakan jalan dan jembatan di daerah itu.

Dinas PU kata Yoseph, hanya menyiapkan data untuk disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana serta lembata yang membutuhkan untuk mendapat perhatian.

"Sebelumnya kita sudah pernah mengajukan dana untuk penanganan bencana tetapi belum ada respon. Sekarang bencana muncul lagi di Pulau Flores, tetapi kita tetap melakukan pendataan untuk diusulkan kepada Badan Bencana Alam," katanya.

Yoseph berharap, kebutuhan dana yang diperlukan untuk penanganan kerusakan jalan dan jembatan pada sejumlah titik di provinsi kepulauan itu bisa mendapat perhatian agar penanganan bisa segera dilakukan. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita