Rabu, 23 Mei 2012
Warga Polewali Digemparkan Hama Ulat Bulu
Senin, 16 Mei 2011 05:42
AddThis Social Bookmark Button

Polewali, 15/5 (SIGAP) - Sejumlah warga di Kelurahan Pekkabata, Kabupaten Polewali Sulawesi Barat, sejak sepekan digemparkan serangan hama ulat bulu.

"Kami khawatir serangan ulat bulu ini menimbulkan penyakit, khususnya bagi anak-anak yang belum mengetahui efek yang ditimbulkan saat terkena bulu dari ulat tersebut," ungkap salah seorang tokoh masyarakat Polewali, Minggu (15/5).

Menurut Umar, baru kali ini serangan ulat tersebut terjadi di sekitar pemukiman warga, sehingga sempat membuat warga panik dan gempar. Meskipun sebelumnya warga pernah melihat ulat ini, namun tidak dalam jumlah besar dan secara mengejutkan muncul di pemukiman warga.

"Apalagi kami tidak mengetahui dan belum bisa membedakan jenis-jenis ulat bulu, apakah ini jenis berbahaya atau jenis biasa yang tidak mengganggu dan merusak tanaman. Kami lihat, sebagian besar ulat tersebut berwarna hitam dan bergaris putih," jelas Umar.

Warga juga merasa aneh sebab ulat tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda, misalnya diawali dari kepompong yang berkembang biak menjadi hama ulat. Gejala ini belum dikerahui secara pesti dari mana hama tersebut tiba-tiba menyerang.

"Biasanya hama sejenis ulat diawali dari perkembangbiakan melalui kepompong yang menempel pada pohon atau dedaunan. Selain itu, kita bisa segera meminimalisir jika perkembangbiakan ulat masih sebatas kepompong, namun itu tidak terjadi," ungkapnya.

Sementara itu, hama ulat yang mincul tiba-tiba ini telah menyerang sejumlah tanaman yang ada di pekarangan maupun di kebun warga. Beberapa jenis tanaman yang diserang adalah mangga, jambu, tanaman hias, serta sejumlah tanaman lainnya.

Mengantisipasi serangan itu, warga hanya menggunakan alat sederhana dan seadanya. Beberapa warga memusnahkan ulat yang dianggap menimbulkan efek gatal-gatal itu dengan pelepah kelapa yang dibakar.

Beberapa warga juga memberantas penyebaran hama dengan menyemprot tanaman dengan minyak tanah sebab dikhawatirkan hama ini bisa berkembang biak lebih besar dan menyebar ke wilayah lain. Warga hawatir sebab hama ini juga telah masuk ke dalam rumah.

"Kami khawatir hama ini akan menyebar ke wilayah perkebunan warga dan merusak seluruh tanaman yang ada. Kami takut, sebab di beberapa wilayah di Jawa, hama tersebut menyebabkan tanaman mati," tutur Arifin yang juga merupakan warga Kelurahan Pekkabata.

Warga berharap, dinas terkait masalah hama tersebut segera melakukan antisipasi sebelum menimbulkan banyak kerugian. "Higga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan dari pemerintah setempat," ujarnya.
Data inilah yang dijadikan landasan BPS untuk menetapkan jumlah penerima Raskin di Bantaeng, urainya seraya mengatakan, data yang digunakan kini adalah data mikro. Pendataan seperti ini dilakukan sesuai instruksi pusat, tambahnya. (laporan panji al husen/ant)

 

Arsip Berita