Rabu, 23 Mei 2012
BPBD Kerinci Ajukan Rp3,7 Miliar Untuk Normalisasi Sungai Batang Merao
Senin, 16 Mei 2011 05:00
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 16/5 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci mengajukan anggaran sebesar Rp3,7 miliar kepada pemerintah pusat untuk normalisasi Sungai Batang Merao.

''Kami sudah ajukan Rp3,7 miliar ke pemerintah pusat melalui BNPB untuk program normalisasi Sungai Batang

Merao yang kondisinya semakin menyempit dan dangkal,'' kata Kepala BPBD Kerinci Drs Basyarin di Kerinci, Minggu.

Menurut Basyarin, Sungai Batang Merao, sungai utama yang mengaliri danau Kerinci dan berhulu di Gunung Kerinci,

kondisinya memang memerlukan program normalisasi mengingat semakin seringnya luapna sungai tersebut menjadi bencana banjir bandang bagi desa-desa di sepanjang bantarannya.

''Bulan lalu, ketika hujan deras sering melanda Kerinci, di kawasan tersebut terjadi sedikitnya lima kali banjir luapan sungai, dan telah menelan duakorban jiwa, ke depan kami tidak ingin banjir yang lebih parah terjadi,'' terangnya.

Basyarin mengatakan, anggaran itu mungkin akan masuk dalam APBN 2012. Dengan anggaran tersebut akan dilakukan berbagai upaya normalisasi sungai seperti pengerukan, perluasan sisi sungai, dan pembangunan batu bronjong.

''Kami akan mengeruk dasar sungai, memperlebar badan sungai dan membangun batu bronjong di sepanjang sisi kiri kanan sungai. Dengan begitu diharapkan sungai berair deras itu tidak lagi mengancam desa-desa di kedua sisi bantarannya,'' harap Basyarin.

Sungai Batang Merao membentang sekurangnya 60 km dari Kecamatan Kayu Aro dan Kecamatan Gunung Kerinci di kaki

Gunung Kerinci hingga bermuara di Kecamatan Keliling Danau Kerinci.

Sungai tersebut menjadi sumber air utama bagi masyarakat seitar 50 desa baik yang termasuk Kabupaten Kerinci maupun Kota Sungaipenuh yang berada di kedua sisi sungai.

''Saat ini memang hampir semua sungai dan anak sungai di Kerinci dalam kondisi yang semakin menurun kualitasnya, bahkan banyak anak sungai yang telah hilang karena terhimpit permukiman dan lahan pertanian penduduk. Kondisi itu akan menjadi perhatian serius Pemkab,''  katanya. (laporan roesman/ant)



 

Arsip Berita