Rabu, 23 Mei 2012
Dinas Sosial: Pembangunan Rumah Masyarakat Miskin Bali Terpadu
Senin, 16 Mei 2011 03:04
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 16/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Ketut Susrama di Denpasar, Minggu (15/5) mengatakan, pembangunan rumah untuk masyarakat miskin di Bali dilaksanakan secara terpadu menggunakan dana bersumber dari Kementerian Sosial, APBD provinsi dan kabupaten/kota di Bali, serta dunia usaha.

Penanganan secara terpadu antara pemerintah pusat, Pemprov Bali, Pemkab/Pemkot dan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Pulau Dewata, kata

Dirinya mengatakan kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp1,68 miliar untuk menangani masalah sosial dan mengentaskan kemiskinan pada 2011.

Dana tersebut antara lain diarahkan untuk membantu bahan bangunan 146 kepala keluarga (KK) dalam program komunitas adat terpencil di Desa Songan, Kintamani, Kabupaten Bangli.

Susrama menambahkan Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana Rp26 miliar untuk membangun 1.000 unit rumah warga miskin pada 2011.

Dana yang bersumber dari APBD Bali itu meningkat dibanding 2010 yang hanya membangun 825 unit rumah.

Pembangunan rumah untuk masyarakat miskin masing-masing senilai Rp26 juta per unit, lebih besar dibanding bahan bangunan yang diberikan pemerintah pusat hanya Rp10 juta/KK, ujar Susrama Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng menambahkan pemerintah provinsi mempercepat penanggulangan masalah kemiskinan dengan berbagai terobosan.

Selain program yang dibiayai APBD Bali, APBD kabupaten/kota dan pemerintah pusat juga menerapkan program bapak angkat yang melibatkan seluruh pejabat struktural pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Masing-masing pejabat di setiap SKPD, di luar tugas dan tanggung jawab yang diemban, juga mempunyai desa wilayah binaan yang masyarakatnya masih menyandang predikat miskin," katanya.

Pejabat struktural di masing-masing SKPD wajib membina secara berkesinambungan terhadap warga miskin di wilayah binaannya agar variabel miskin dapat dihilangkan.

"Berbagai upaya dan program dilakukan agar warga binaannya itu bisa lebih sejahtera, hilang dari predikat miskin," katanya.

Penduduk miskin di Bali, kata Teneng, tercatat 174.930 jiwa atau 4,88 persen dari penduduk Bali 3,89 juta jiwa.

Jumlah ini menurun 6.790 orang dibanding 2009 yang tercatat 181.720 orang atau 5,13 persen dari jumlah penduduk.

Upaya mengentaskan warga miskin in di Bali selama 2009 lebih tinggi dari target yang dibebankan pemerintah pusat, yakni mencapai 6.790 orang, melebihi target 6.360 orang.

Bali dalam mengentaskan masalah kemiskinan pada 2010 menempati urutan kedua tingkat nasional setelah DKI Jakarta, atau naik peringkat dari tahun 2009 yang menempati posisi ketiga, ujar Teneng. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita