Rabu, 23 Mei 2012
Antisipasi Bencana, Lima Ribu Pohon Ditanam Di Kawasan Pegunungan
Minggu, 15 Mei 2011 01:19
AddThis Social Bookmark Button

Garut, 15/5 (SIGAP) - Sebanyak lima ribu bibit pohon kopi ditanam di kawasan pegunungan, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, sebagai antisipasi terjadinya erosi tanah, longsor maupun banjir bandang.

Penanaman pohon tersebut dilakukan pemerintah daerah dan didukung pemerintah pusat dari Kementerian terkait dalam menangani masalah lingkungan, pertanian, dan kehutanan dalam rangkaian kegiatan memperingati hari air sedunia.

"Tanaman kopi ditanami di lima desa di Kecamatan Samarang, satu desa seribu pohon, tujuannya penambahan penyerapan air, antisipasi terjadinya bencana," kata Kepala Bidang Pengamanan Hutan, Dinas Kehutanan Kabupaten Garut, Maman Hermansyah, Sabtu.

Penanaman bibit kopi jenis Arabika itu, kata Maman ditanam dilahan seluas dua hektare lahan pertanian milik masyarakat yang tersebar di lima desa, Kecamatan Samarang.

Tanam pohon bibit kopi itu, ditegaskan Maman akan berlanjut dengan pengawasan pemerintah daerah setelah dilakukan secara simbolis penanaman di lahan Arboretum kawasan tanaman langka di Kecamatan Samarang.

Adanya peningkatan penanaman tanaman keras jenis kopi, diharapkan Maman dapat meningkatkan resapan air di kawasan pegunungan sehingga akan mengimbangi kondisi lingkungan lebih baik, salah satunya akan berdampak kejernihan air sungai disekitar.

"Kita harapkan ditanamnya kopi ini untuk penambahan penyerapan air, dimana kalau hujan bisa terserap, dan ketika kemarau tidak terjadi kekeringan," katanya.

Sebelumnya, Perhutani KPH Garut juga berupaya membudidayakan tanaman kopi Arabica sebagai upaya menjaga stabilitas kondisi hutan di Kabupaten Garut, agar tidak terancam bencana longsor akibat alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian tanaman musiman.

Adm KPH Perhutani Garut, M Yusuf Noorhajiyanto mengatakan konsep Perhutani menanam kopi sebagai upaya menjaga kondisi hutan agar tetap terjaga baik serta memberikan manfaat meningkatkan taraf ekonomi kepada masyarakat.

"Sekarang ini masyarakat Garut mulai ada yang beralih pada tanaman kopi, karena memang nilai jual kopi sekarang cukup tinggi," kata Yusuf. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita