Rabu, 23 Mei 2012
KUR Mikro Bank Sulut Hingga Mei 2011 Capai Rp35 Miliar
Minggu, 15 Mei 2011 00:59
AddThis Social Bookmark Button

Manado, 15/5 (SIGAP) - Kredit usaha rakyat (KUR) mikro Bank Sulut hingga awal Mei 2011 sudah mencapai Rp35 miliar atau 70 persen dari target 2011 yang ditetapkan Rp50 miliar.

"Sampai Mei, KUR tersalur sudah mencapai Rp35 miliar. Kredit itu disalurkan dalam dua bentuk yakni KUR ritel sampai dengan Rp20 juta dan KUR ritel Rp20 juta hingga Rp500 juta," kata Direktur Utama PT Bank Sulut Jeffry Wurangian di Manado, Sabtu.

Jeffry mengatakan, melihat realisasi yang sudah mencapai sekitar 70 persen hingga awal Mei 2011, pihaknya ptimistis target sebesar Rp50 miliar dapat dicapai.

"Salah satu kebijakan manajemen adalah mendorong pertumbuhan KUR, namun tetap mampu menjaga kualitas kredit yakni meningkatkan kerja sama dengan pemimpin gereja," kata Jeffry.

Rekomendasi pemimpin gereja akan sangat akurat dalam menjelaskan secara benar usaha yang dilakukan oleh pemohon KUR, dengan demikian diharapkan tingkat macet bisa terkendali," katanya.

Tujuan program KUR ini, kata Jeffry, meningkatkan pemberdayaan usaha mikro atau sektor informal yang layak dibiayai, terdiri petani, peternak, nelayan, pedagang dan usaha produktif lainnya.

Terkait program pemberdayaan kerja sama dengan pihak gereja, Bank Sulut melakukan sosialisasi kepada ratusan kaum bapak katolik (KBK) Keuskupan Manado yang hadir pada rapat kerja di Warembungan Minahasa, Sabtu (14/5).

Staf bagian kredit khususnya KUR Bank Sulut Wilem Lengicey mengatakan, meskipun ada rekomendasi tokoh agama, tetapi syarat umum harus dipenuhi oleh pemohon kredit.

"Syarat umum mengikuti prinsip 5C, yakni character, capacity, capital, condition, collateral," kata Wilem.

Beberapa persyaratan "bankable" harus dipenuhi di antaranya, surat keterangan usaha dari hukum tua atau kepala desa, memiliki usaha yang jelas dan potensial untuk diberdayakan, dan diutamakan mereka yang belum mendapatkan pinjaman dari Bank Sulut.

"Untuk KUR mikro di bawah Rp20 juta memang tidak perlu jaminan seperti sertifikat dan lainnya, tetapi untuk KUR Rp20 juta hingga Rp500 juta perlu jaminan tambahan sertifikat dan bukti kepemilikan lainnya," kata Wilem. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita