Rabu, 23 Mei 2012
PMI Bengkulu Dan GRC Bentuk 41 Desa Siaga Bencana
Minggu, 15 Mei 2011 00:51
AddThis Social Bookmark Button

Bengkulu, 15/5 (SIGAP) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Palang Merah Jerman atau "German Red Cross" membentuk 41 desa siaga bencana di lima kabupaten dan kota di daerah itu.

Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu Jhoni Saputra di Bengkulu, Sabtu (14/5) mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak 2009 dan sampai saat ini sudah ada 41 desa atau kelurahan siaga bencana.

Jhoni mengatakan, 41 desa tersebut terdapat di Kabupaten Mukomuko satu desa dan masing-masing 10 desa/kelurahan di Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kaur.

Tujuan akhir program ini kata dia setiap desa akan memiliki standar operasional prosedur untuk menghadapi bencana.

"Terlebih dahulu mereka sudah membuat peta potensi bencana yang terdapat di desanya dan menyiapkan seluruh perangkat desa dalam protap penanggulangan bencana," tambahnya.

Untuk Kabupaten Muko Muko, Bengkulu Utara, Kota Bengkulu dan Kaur menurutnya dipilih karena rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Sedangkan Kabupaten Rejang Lebong rawan terhadap longsor dan gunung api meletus dari gunung api aktif Bukit Kaba.

"Sampai saat ini proses pendampingan untuk 41 desa masih berlangsung, kami harapkan akhir tahun ini sudah bisa melakukan simulasi," jelasnya.

Selain membentuk komunitas berbasis siaga bencana atau desa siaga bencana, PMI Bengkulu dan GRC juga merintis sekolah siaga bencana di enam kabupaten dan kota.

Kerjasama yang dimulai pada 2009 tersebut sudah berhasil membentuk 94 sekolah siaga bencana.

"Palang Merah Jerman melanjutkan kerja sama pada tahun ini karena program dua tahun sebelumnya dinilai positif," tambahnya.

Pembentukan sekolah siga bencana tersebut juga bekerja sama dengan Uni Eropa dimana sembilan sekolah di setiap kabupaten/kota akan menjadi sasaran program.

Penentuan sekolah siaga bencana harus disertai komitmen dari pihak sekolah untuk serius dalam kerjasama dengan PMI.

Pada penerapan program tersebut, PMI akan melibatkan Palang Merah Remaja (PMR) yang sudah terbentuk di sekolah-sekolah.

"Mereka akan dilibatkan untuk memberikan materi siaga bencana kepada murid-murid lainnya," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita