Rabu, 23 Mei 2012
Pemkab Garut Siapkan Rp2 Miliar Untuk Program Rumah Tak Layak Huni
Minggu, 15 Mei 2011 00:47
AddThis Social Bookmark Button

Garut, 15/5 (SIGAP) - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan anggaran dana dari APBD 2011 untuk program bantuan perbaikan rumah tak layak huni sebesar Rp2 miliyar.

"Dana sebesar itu untuk program bedah rumah bagi warga yang tidak mampu," kata Bupati Garut Aceng HM Fikri, Minggu, usai meninjau lokasi rumah warga Kampung Cikapunduhan RT06 RW 02, Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi, yang mendapatkan bantuan rehab rumah.

Bantuan rehab rumah keluarga tidak mampu itu, kata Aceng, ditargetkan bagi rumah di 410 desa di seluruh Kabupaten Garut yang akan berjalan setiap tahunnya.

Sementara program rehab rumah tahun 2011, kata Aceng baru terlaksana satu desa satu rumah se-Kabupaten Garut, karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

"Kita prioritaskan dulu warga yang benar-benar rumahnya tidak layak, dan program ini kita baru mampu memperbaiki satu rumah di satu desa saja," katanya.

Warga yang ingin mendapatkan bantuan rehab rumah, dijelaskan Aceng tentunya setelah dilakukan peninjauan ke lokasi, kemudian dilakukan perbandingan hingga memutuskan rumah paling tidak layak huni.

Program tersebut, kata Aceng merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam menekan jumlah rumah tak layak huni. Berdasarkan data tahun 2010, terdapat 17.000 rumah warga Garut tidak memenuhi standar kelayakan.

"Biasanya satu rumah tidak layak huni di Garut ditempati lima orang, sehingga kondisinya cukup memprihatinkan, bahkan kalau dihitung-hitung warga yang menempati rumah seperti itu bisa mencapai ratusan ribu jiwa," katanya.

Selain upaya pemerintah daerah dalam menekan jumlah rumah penduduk tidak layak huni, Aceng berharap pihak lain dari berbagai elemen masyarakat maupun perusahaan swasta membantu memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni.

Salah satunya yang telah dilakukan Front Relawan Independet (FRI) Garut, kata Aceng yang telah ikutserta membantu memperbaiki tiga rumah warga di Desa Sirnajaya, Kecamatan Pasirwangi.

"Berbagai pihak dari organisasi maupun lapisan masyarakat untuk berperan di dalamnya, misalnya, lembaga atau donatur yang ingin membiayai perbaikan rumah, tentu akan kita rangkul bersama-sama membangun Garut," katanya.

Tiga rumah warga tidak layak huni itu mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut bekerjasama dengan FRI Garut serta swadaya masyarakat dengan total biaya sebesar Rp30 juta ditambah bahan bangunan kayu.

Rumah warga yang mendapatkan perbaikan itu telah dinilai tidak layak huni yakni keluarga pertama memiliki luas tanah berukuran 1,5 meter x 2 meter yang dihuni lima orang.

Kemudian rumah berukuran 2 meter x 3 meter dihuni oleh lima orang, dan rumah ketiga berukuran 3 x 3 meter dihuni oleh enam orang, ketiga rumah yang mendapatkan bantuan itu memiliki ikatan saudara kandung.

"Mereka itu tiga kepala keluarga tapi masih bersaudara, kalau melihat kondisi rumahnya itu sangat memprihatinkan, maka kita membantu untuk memperbaiki rumahnya," kata Sekretaris Umum FRI Garut, Aaf Ishak Anshori. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita