Rabu, 23 Mei 2012
Kemenpera: Pemkot Jambi Perlu Kembangkan Rumah Susun
Minggu, 15 Mei 2011 00:30
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 15/5 (SIGAP) - Deputi Bidang Perumahan Formal, Kementerian Perumahan Rakyat, Pangihutan Marpaung menilai pemerintah Kota Jambi perlu mengembangkan rumah susun karena kota itu sudah terlalu padat.

"Kalau bisa pemerintah secepatnya memulai pembangunan rusun, karena tingkat kepadatan penduduk di Kota Jambi sudah cukup tinggi," kata Pangihutan di Jambi, Sabtu (14/5).

Dengan rusun, menurutnya, bisa mengatasi keterbatasan lahan karena kepadatan penduduk.

Selain itu, rusun juga bisa mengatasi kesemrawutan kota. Minimal dengan rusun tata kota akan semakin baik.

Rusun juga mencegah meningkatnya jumlah permukiman kumuh di sekitar kota.

Jika dibiarkan, permukiman kumuh akan semakin luas dan bertambah kumuh. "Ini akan merusak keindahan Kota Jambi, karena itu solusinya bisa diatasi dengan rusun," sarannya.

Hasil sensus penduduk 2010 menunjukkan di Kota Jambi tercatat 529.118 penduduk. Padahal, pada 2000 jumlah penduduk Kota Jambi hanya 379.168 orang. Artinya pertambahan penduduk Kota Jambi selama 10 tahun terakhir mencapai 2,40 persen. Pertumbuhan penduduk tertinggi per kecamatan pada tahun 2000 hingga 2010 juga di Kecamatan Kotabaru sebesar 5,28 persen yakni mencapai 137.856 jiwa.

Dengan luas wilayah Kota Jambi sekitar 205,38 km2, rata-rata tingkat kepadatan penduduk 2.576 orang per kilometer persegi. Kecamatan yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kecamatan Jelutung yakni 7.593 orang per km2.

Pangihutan Marpaung juga menyinggung banyaknya ruko di Jambi. Menurut dia, pembangunan ruko di Jambi sudah terlalu banyak. Padahal seharusnya perumahan yang diperbanyak. "Mayoritas lahan harusnya diisi perumahan," katanya.

Dirinya juga berharap, Provinsi Jambi mempunyai ciri khas sehingga bisa dibedakan dengan kota-kota lain. Ciri khas itu bisa diwujudkan dalam bentuk rumah, artinya ketika orang masuk Jambi bisa mengingat sesuatu. "Nah ciri khas yang paling cepat untuk diwujudkan bisa dilakukan pada perumahan," katanya.

Saat ini, potensi perumahan di Jambi cukup besar. Jambi merupakan nomor dua pengembang perumahan terbesar di Sumatera setelah Pekanbaru, Riau. Jika bisa ditingkatkan lagi bukan tidak mungkin Jambi menjadi produsen rumah terbesar di Sumatera.

Rencana pembangunan rusun bukanlah hal baru di Kota Jambi. Sebelumnya Kepala Bappeda Provinsi Jambi Ahmad Fauzi Ansori mengatakan, Pemkot Jambi akan mendapatkan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun rusun.

Kementerian PU akan mengucurkan dana sebesar Rp12 miliar untuk membangun rusun dengan dua lantai dan berkapasitas 60 KK.

Sekda Kota Jambi Budidaya mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti rencana itu dengan menyediakan lahan seluas satu hektare. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita