Rabu, 23 Mei 2012
Hujan Deras Akibatkan Banjir dan Longsor Di Ambon
Sabtu, 14 Mei 2011 12:30
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 14/5 (SIGAP) - Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kota Ambon dan sekitarnya akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota Provinsi Maluku tersebut sejak Jumat (13/5) malam hingga Sabtu (14/5) pagi.

Ratusan rumah penduduk di Desa Batumerah, Kadewatan, Tanah Tinggi, Batugajah, Waihaong, Passo, dan Lateri terendam banjir pada Sabtu sore.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Jl Jenderal Sudirman, tepatnya di kawasan Tantui atas dan Halong sehingga lalu lintas macet sepanjang ratusan meter.

Longsor juga terjadi di permukiman penduduk di Karang Panjang, Batu Meja, Batugajah, Bere-Bere, Halong, Mangga Dua dan Batumerah.

Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga serta membawa aneka jenis sampah sehingga Teluk Dalam Ambon terlihat kotor.

Sejumlah warga tampak saling membantu mengevakuasi anak - anak dan lansia, surat - surat serta barang-barang seperlu dari rumah yang terlanda banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Sosial Kota Ambon menyalurkan bantuan tanggap darurat.

Sekretaris BPBD Maluku Kilfy Wakanno mengakui inventarisasi kerusakan maupun kerugian sedang dilakukan petugas.

"Data akurat tentang kerusakan maupun kerugian belum ada karena masih diinventarisasi petugas sambil mengimbau masyarakat di lereng gunung maupun bantaran sungai agar mengungsi ke daerah yang dinilai aman," ujarnya.

Di Kota Ambon, terdapat beberapa titik rawan bencana tanah longsor dan banjir pada musim ghujan.

Daerah rawan banjir dan longsor di Kecamatan Sirimau antara lain terdapat di Batu Gajah, Batu Meja, Air Kuning, Batu Merah, Skip. Nusaniwe di Amahusu, Waihaong, Batu Gantung, Mangga Dua dan Kelurahan Silale.

Di Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel), tanah longsor terjadi di tepi jalan raya sehingga mengganggu jalur transportasi Hatale, Naku, Kilang dan Hukurila, sedangkan di Baguala antara lain di Passo, Lateri dan Halong.

Kilfy memastikan hingga Sabtu (14/5) petang, tidak ada korban jiwa akibat tanah longsor maupun banjir.

Hujan lebat sejak 30 April hingga 1 Mei 2011 menyebabkan longsor di kawasan Batugantung dan mengakibatkan Feby Linda Kuruwal meninggal dan dua unit rumah tetangganya rusak serta sejumlah talud maupun jembatan terancam ambrol. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita