Rabu, 23 Mei 2012
Akibat Kesulitan BBM Puluhan Nelayan Di Jambi Tidak Melaut
Sabtu, 14 Mei 2011 12:10
AddThis Social Bookmark Button

Jambi, 14/5 (SIGAP) - Puluhan nelayan di sepanjang pantai Tanjung Jabung Timur, Jambi, terpaksa tidak melaut karena kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak solar.

Sulaiman (40), nelayan dari Desa Simbur Naik, Sabtu, mengatakan, kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar mulai dirasakan nelayan setempat sejak 10 hari terakhir.

"Kalaupun ada, harganya mencapai Rp6 ribu per liter bahkan lebih. Harga semahal itu tentu tidak sebanding dengan hasil pendapatan kami," ujarnya di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Sementara itu, Kamarudin (50), ketua kelompok nelayan di Desa Simbur Naik menambahkan, sebagian besar nelayan di desanya tidak mengetahui penyebab kelangkaan BBM jenis solar.

Namun, selama ini, kata Kamarudin, sekitar 100 nelayan di desanya jarang kesulitan memperoleh BBM jenis solar.

Dia mengatakan, kebutuhan solar nelayan di Simbur Naik selama ini dipasok oleh kios-kios penjual BBM. Hanya saja, sudah sepekan lebih sebagian besar kios ataupun kapal BBM yang biasa melintas sering mengalami kekosongan solar.

"Kami tidak tahu harus bagaimana, terpaksa kami sementara ini tidak melaut dan menunggu pasokan solar kembali lancar," tambahnya.

Hal tidak jauh berbeda juga dirasakan beberapa nelayan dari desa lain di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Jumlah nelayan di sepanjang pantai Tanjung Jabung Timur diperkirakan mencapai 600 orang. Jumlah itu terdiri atas nelayan laut maupun Sungai Batanghari. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita