Rabu, 23 Mei 2012
Bupati: Angka Kemiskinan Di Pandeglang Masih Tinggi
Sabtu, 14 Mei 2011 11:47
AddThis Social Bookmark Button

Pandeglang, 14/5 (SIGAP) - Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menjelaskan, angka kemiskinan di daerah itu masih tinggi, yakni mencapai 12,01 persen dari jumlah penduduk daerah itu 1,2 juta jiwa.

"Jumlah warga miskin di Pandeglang 138.004 jiwa, atau 12,01 persen dari total penduduk 1,2 juta jiwa," katanya di Pandeglang, Banten, Sabtu (14/5).

Masih banyak warga miskin itu, kata dia, mengharuskan Pemerintah Kabupaten Pandeglang bekerja keras guna mengetaskan para penyandang sosial tersebut.

"Kita akan terus berupaya mengentaskan kemiskinan itu, atau paling tidak dalam setiap tahunnya bisa dikurangi," ujarnya.

Pemkab Pandeglang, akan terus berupaya mengurangi jumlah warga miskin tersebut, melalui program pemberdayaan masyarakat yang telah, sedang dan akan dilaksanakan.

Program pemberdayaan yang dilakukan, kata dia, di antaranya pembangunan desa dan pembentukan desa mandiri pangan.

"Kita terus berupaya membangun desa, terutama yang tertinggal, serta mengalokasikan dana bantuan desa sebesar Rp50 juta pertahun, dan ke depan akan terus ditingkatkan," ucapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Pandeglang Anwar Fauzan menjelaskan, berbagai program digulirkan Kementerian Sosial untuk membantu mengentaskan kemiskinan, di antarannya program keluarga harapan (PKH).

Kabupaten Pandeglang pada 2010 mendapat alokasi bantuan PKH sebesar Rp22 miliar untuk 17.300 kepala keluarga (KK) warga miskin di daerah itu, dan yang telah disalurkan baru 25 persen.

Penyaluran bantuan sosial itu, akan dilakukan tiga tahap yang pelaksanaannya dilaksanakan oleh PT Pos Indonesia.

"Warga penerima, datang ke Kantor Pos langsung untuk mengambil bantuan tersebut, jadi penyalurannya sama dengan bantuan langsung tunai (BLT)," paparnya.

Mengenai nilai bantuan, menurut dia, bervariasi disesuaikan dengan kondisi keluarga dari penerima, namun berkisar Rp600 ribu-Rp1,2 juta.

"Bagi keluarga penerima yang memiliki anak usia sekolah lebih banyak, atau mempunyai balita lebih banyak maka nilai bantuan yang diterimanya juga lebih tinggi," katanya.

Dirinya juga menjelaskan, warga kurang mampu penerima bantuan PKH tersebut tersebar di 10 kecamatan yakni Majasari, Mandalawangi, Picung, Munjul, Labuan, Pulosari, Cibaliung, Sumur, Angsana dan Cibitung.

Bantuan PKH, diberikan pemerintah guna menanggulangi kemiskinan dengan meotong mata rantai yang menjadi penyebab kemiskinan tersebut. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita