Rabu, 23 Mei 2012
Diskop UKM Bali Lakukan Pembinaan 93 Koperasi
Sabtu, 14 Mei 2011 01:54
AddThis Social Bookmark Button

Denpasar, 14/5 (SIGAP) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Bali melakukan pembinaan terhadap 93 unit koperasi yang tidak mampu melakukan aktivitas sebagai wadah perekonomian dalam tahun 2011.

"Pembinaan terhadap koperasi yang tidak aktif itu menyangkut berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, administrasi dan permodalan," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu (13/5).

Dirinya mengatakan, pembinaan itu dilakukan bekerja sama dengan Dinas Koperasi kabupaten/kota, termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) hingga tuntas, dengan harapan koperasi itu kembali aktif untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pembinaan itu dilakukan secara berkesinambungan dengan sasaran tahun 2015 seluruh koperasi dan non koperasi di Bali dapat melaksanakan peran dan fungsinya dalam bidang ekonomi.

Di Bali kini tercatat 383 unit koperasi tidak aktif, termasuk empat diantaranya KUD. Ratusan koperasi yang tidak aktif itu dibina secara bertahap bekerja sama dengan jajaran di tingkat kabupaten/kota.

Ketut Teneng menambahkan, Dinas Koperasi Bali dalam 2012 kembali menargetkan pembinaan terhadap 93 koperasi yang selama ini belum dapat berperanserta secara maksimal.

"Pembinaan itu ditingkatkan menjadi 98 koperasi pada tahun 2013 dan 99 koperasi pada tahun 2014, sehingga dalam tahun 2015 seluruh koperasi di Bali mampu berperan dalam bidang ekonomi secara maksimal," ujar Ketut Teneng.

Jumlah koperasi di Bali hingga awal 2011 tercatat 4.149 buah, meningkat 12,47 persen dari tahun sebelumnya yang hanya tercatat 3.734 koperasi.

Koperasi yang tersebar hingga pelosok pedesaan di delapan kabupaten dan satu kota di Bali itu memiliki 892.292 anggota dan menampung 17.635 tenaga kerja.

Modal sendiri yang dikelola mencapai Rp1,55 triliun dan modal pihak ketiga Rp 2,4 triliun dengan volume usaha mencapai Rp6,7 triliun dan memperoleh sisa hasil usaha sebesar Rp253,63 miliar selama 2010, kata Ketut Teneng. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita