Rabu, 23 Mei 2012
BPBD Maluku Imbau Warga Hindari Daerah Rawan Bencana
Jumat, 13 Mei 2011 15:13
AddThis Social Bookmark Button

Ambon, 13/5 (SIGAP) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku mengimbau warga kota Ambon dan sekitarnya agar menghindari daerah yang dinilai rawan bencana seperti longsor dan banjir sehubungan hujan dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir ini.

Kepala BPBD Maluku, Chris Hehanussa, di Ambon, Jumat (13/5) mengatakan, masyarakat diimbau bila hujan lebat hendaknya menghindari lokasi rawan bencana.

"Kami sudah menyampaikan perkembangan hasil peninjauan lapangan kepada Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dengan pertimbangan mengarahkan Dinas PU dan Sosial setempat agar sigap menyikapi dampak hujan lebat yang bisa saja mengakibatkan korban tidak diinginkan," ujarnya.

Di kota Ambon, terdapat beberapa lokasi rawan bencana berupa tanah longsor dan banjir pada musim penghujan. Di Kecamatan Sirimau daerah rawan banjir maupun longsor antara lain Batu Gajah, Batu Meja, Air Kuning, Batu Merah, Skip. Nusaniwe di Amahusu, Waihaong, Batu Gantung, Mangga Dua dan Kelurahan Silale.

Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel), tanah longsor terjadi di tepian jalan raya sehingga mengganggu jalur transportasi Hatale, Naku, Kilang dan Hukurila. Sedangkan di Baguala antara lain Passo, Lateri dan Halong.

Chris memastikan hingga Jumat (13/5) petang, tidak ada korban jiwa dari bencana tanah longsor maupun banjir.

Sebanyak tiga unit rumah yakni dua di RT 003/ RW 004 dan satu lainnya, RT002/RW 003 , kelurahan Karang Panjang mengalami rusak berat akibat talud penahan tanah patah.

Selain itu, talud sungai di RT 002/ RW 006 desa Batumerah sepanjang 20 meter patah serta 10 unit rumah di RT 003/ RW 004 kelurahan Waihoka tergenang air. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita