Rabu, 23 Mei 2012
Dinkes Kaltim: Jumlah Penderita HIV/AIDS Capai 1.905 Orang
Jumat, 13 Mei 2011 09:13
AddThis Social Bookmark Button

Samarinda, 13/5 (SIGAP) - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim) M Syafak Hanung di Samarinda, Jum'at (13/5) menyebutkan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kaltim sudah mencapai 1.905 orang, mereka tersebar di 13 daerah dari 14 kabupaten dan kota yang ada di provinsi itu, kecuali Kabupaten Tana Tidung yang belum ada kasus terdeteksi.

"Penderita terbanyak berada di tiga kota, yakni Samarinda tercatat 828 kasus, Balikpapan 442 kasus dan Kota Tarakan sebanyak 308 kasus HIV," ucapnya.

Dari 828 penderita HIV di Samarinda itu, 206 orang di antaranya sudah positif AIDS dan 43 meninggal dunia. Kemudian Balikpapan 442 HIV, 211 AIDS dan 45 meninggal dunia, Tarakan 308 positif HIV, 36 AIDS dan 15 meninggal dunia.

Di Kabupaten Kutai Kartanegara lanjutnya, terdapat 102 HIV, 8 AIDS dan 3 meninggal dunia, Nunukan 95 kasus HIV, 11 positif AIDS dan 7 meninggal dunia. Kemudian Kutai Barat 28 HIV dan belum ada data penderita positif AIDS.

Kemudian Kabupaten Kutai Timur dengan 27 penderita HIV, 8 AIDS dan 4 meninggal dunia, Malinau 26 HIV, 7 positif AIDS dan 7 meninggal dunia. Bontang dengan 24 penderita HIV, 3 AIDS dan 3 meninggal.

Penajam Paser Utara terdapat 11 HIV, 3 AIDS dan 1 meninggal dunia, Berau dengan 9 penderita HIV, belum ada AIDS dan belum ada yang meninggal dunia, Paser dengan 3 penderita HIV, 1 AIDS dan 1 meninggal, Bulungan 2 HIV, 2 AIDS dan 2 penderita meninggal dunia.

Menurut Syafak, selain pemerintah, upaya pemberdayaan masyarakat dalam strategi penanganan kasus ini sangat penting, mengingat masyarakat merupakan kelompok kecil yang berpengaruh nyata terhadap pencegahan penyebarannya.

Sementara cara yang paling efektif adalah dengan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) terhadap HIV/AIDS, sehingga masyarakat akan meningkatkan pengetahuan dan kepeduliannya.

Di Indonesia, lanjutnya, Kementerian Kesehatan RI pada 2003 memperkirakan ada sekitar 90 ribu hingga 130 ribu orang mengidap HIV. Saat ini diperkirakan terdapat 12 hingga 19 juta orang yang rawan tertular HIV karena perilakunya sendiri atau pasangan mereka.

Indonesia saat ini berstatus epidemi terkonsentrasi (concentrated epidemic) dari status berprevalensi rendah (low prevalence) menjadi prevalensi tinggi atau di beberapa wilayah tertentu, lebih dari lima persen populasi berisiko tertentu telah terjangkit HIV/AIDS.

Pengidapnya sebagian besar ditemukan di antara para perempuan penjaja seks komersial (PSK) dengan jumlah berkisar 190 ribu hingga 270 ribu orang.

Sementara data laki-laki pengguna jasa PSK diperkirakan 7 juta hingga 10 juta orang, maupun pelaku hubungan seks dengan pasangan sejenis dan para pengguna narkoba suntik, termasuk para narapidana, katanya. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita