Rabu, 23 Mei 2012
BPBD Karanganyar Minta Warga Di Daerah Rawan Bencana Diminta Waspada
Jumat, 13 Mei 2011 03:57
AddThis Social Bookmark Button

Karanganyar, 13/5 (SIGAP) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto di Karanganyar, Jumat (13/5) mengatakan, warga yang tinggal di daerah rawan bencana baik banjir maupun tanah longsor diminta tetap waspada menyusul diperkirakan hujan deras masih akan terus mengguyur wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

Hujan deras yang akhir-akhir ini terus mengguyur menyebabkan tanah longsor dengan kedalaman tujuh meter di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar akibatnya sampai sekarang sudah ada 40 rumah yang dipindah.

"Akibat tanah longsor itu sampai sekarang sudah ada 40 rumah milik warga yang pindah ke daerah yang dipandang lebih aman di sekitar daerah ini," katanya.

Bencana ini juga terjadi di Dukuh Gayaman, Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo tanahnya ambles sepanjang 25 meter dengan kedalaman setengah meter.

Sementara jembatan Kedungloyo, Desa Wonosari retak. Tanggul saluran air di Wonosari sepanjang lima meter juga ikut jebol. Puluhan hektare sawah kebanjiran.

Heru meminta warga yang tinggal di daerah rawan bencana banjir untuk terus meningkatkan kewaspadaanya terhadap ancaman bencana banjir. Apalagi dalam beberapa hari terakhir hujan deras terus mengguyur wilayah daerah Surakarta.

Untuk wilayah Karanganyar bagian atas atau daerah sekitar Gunung Lawu sangat berpotensi akan bencana tanah longsor.

Secara geografis, dataran tinggi dengan banyak perbukitan itu memiliki kemiringan tanah mencapai lebih dari 45 derajat sampai lebih dari 65 derajat. Dengan kondisi tanah tersebut, menyebabkan Karanganyar menjadi daerah yang rawan bencana tanah longsor.

Berdasarkan pemetaannya daerah rawan bencana tanah longsor itu meliputi Kecamatan Jenawi, Kerjo, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Matesih dan Jatiyoso. Di wilayah perbukitan tersebut, saat ini sudah menunjukkan keretakan-keretakan tanah.

Keretakan tanah ini terjadi akibat musim kemarau kemarin. Sementara kini curah hujan sangat tinggi dan membahayakan perbukitan yang sudah retak-retak itu.

"Kalau hujan deras terjadi lebih dari satu jam, kami juga meminta mereka melihat tanda-tanda alam di sekitar rumah. Kalau perlu langsung mengungsi ke tempat aman," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita