Rabu, 23 Mei 2012
Dishut Bangka Lakukan Inokulasi Pada 253 Gaharu
Jumat, 13 Mei 2011 03:52
AddThis Social Bookmark Button

Koba, Bangka Tengah, 13/5 (SIGAP) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tengah, Babel, menyuntikan serbuk cendawan (inokulas) pada 253 dari 429.77 batang gaharu yang dibudidayakan.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bangka Tengah, Mahmuddin, di Koba, Kamis (12/5) mengatakan, inokulasi yang telah dilaksanakan dari 2007 hingga Mei 2011 baru mencapai 253 pohon. Menurutnya, hal ini karena minimnya jumlah pohon gaharu yang berdiameter besar, sehingga dapat diinokulasi.

Mahmudin mengungkapkan, inokulasi 253 pohon gaharu terdiri dari penyuntikan 20 batang pada 2007, 40 batang pada 2008, 99 batang pada 2009 dan 94 batang pada 2010 hingga bulan kelima 2011.

"Inokulasi gaharu hanya dapat dilakukan pada batang yang berusia lima tahun dengan diameter batang minimal 30 centimeter," katanya.

Menurut Mahmuddin, inokulasi yang dilaksanakan Dishutbun setempat menggunakan serbuk inokulan hasil pengembangan tim laboratorium Kehutanan Bangka Tengah yang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Serbuk inokulan yang kami kembangkan telah berhasil mendapatkan hak paten karena serbuk tersebut memiliki kemampuan menghasilkan gubal gaharu pada pohon gaharu," katanya.

Dirinya menjelaskan, serbuk inokulan yang dikembangkan tim laboratorium kehutanan Bangka Tengah dibuat dari campuran serbuk gergaji, nasi setengah matang dan cendawan yang dioleh sedemikian rupa sehingga menjadi serbuk inokulan yang menghasilkan gubal gaharu saat disuntikkan ke dalam batang gaharu.

"Kami hanya menyuntik pohon gaharu budi daya masyarakat sedangkan untuk gaharu alam tidak dapat diinokulasikan karena akan memakan waktu yang lama dalam pembentukan gubalnya," katanya.

Menurutnya, pembentukan gubal gaharu hasil inokulasi pada pohon budi daya hanya akan memakan waktu 3,5 tahun hingga empat tahun.

"Semakin lama waktunya gubal gaharu yang tercipta akan semakin baik kualitasnya," katanya.

Untuk itu, kata Mahmuddin, pihaknya mengharapkan masyarakat setempat mulai secara sedikit demi sedikit menanam pohon gaharu berkualitas unggulan walaupun dengan sistem tumpang sari dengan batang perkebunan karet.

"Selain kelestarian lingkungan terjaga menanam pohon gaharu juga menguntungkan dari segi ekonomis karena harga jual gaharu berkualitas baik mencapai puluhan hingga ratusan juta per kilogramnya," katanya.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan, kata Mahmuddin, akan membantu penyuntikan serbuk inokulannya apabila dibutuhkan masyarakat untuk menumbuhkan gubal gaharu pada batang pohon gaharu yang memiliki diameter minimal 30 centimeter.

Berdasarkan data dari Dishutbun Bangka Tengah jumlah pohon gaharu di daerah itu mencapai 432.477 pohon yang terdiri dari 429.777 pohon gaharu hasil budi daya masyarakat dan 2.700 pohon gaharu yang tumbuh sendiri di alam.

Untuk meningkatkan kualitas gubal gaharu pada 2011 Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga telah berupaya menjalin kerja sama dengan China mengenai teknologi inokulasi yang diinformasikan lebih efektif menghasilkan gubal gaharu baik segi waktu pembentukan maupun jumlah gubal dibandingkan serbuk inokulan yang diciptakan Dishutbun setempat. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita