Rabu, 23 Mei 2012
BPTN Sumbar Nyatakan 3.520 Hektare Hutan TNKS Rusak
Jumat, 13 Mei 2011 02:18
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 13/5 (SIGAP) - Badan Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Sumatra Barat menyatakan, kerusakan hutan di Kawasan Tanaman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) mencapai 3.520 hektare pada 4 kabupaten, sehingga perlu segera direhabilitasi.

Kepala BPTN Wilayah II Sumbar John Haskar di Padang, Kamis (12/5) mengatakan, dari hasil orientasi lapangan dan pemutakhiran data pada empat provinsi wilayah kerja Balai Besar TNKS, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi dan Sumatra Selatan, telah terjadi kerusakan hutan berupa areal perambahan dan kawasan kritis di TNKS yang perlu di rehabilitasi seluas 41.303 hektare.

"Kerusakan hutan berupa areal perambahan dan kawasan kritis di TNKS di Sumbar lebih dikarenakan aktivitas pembukaan lahan perkebunan oleh masyarakat di sekitar kawasan TNKS tersebut," katanya.

Dirinya menyebutkan, kerusakan hutan kawasan TNKS Sumbar yang mencapai 3.520 hektare tersebut terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan seluas 2.005 hektare, Solok seluas 185 hektare, Solok Selatan 830 hektare dan Dharmasraya 500 hektare.

Secara bertahap selama lima tahun (2010-2014), katanya, BPTN wilayah II Sumbar melakukan proses rehabilitasi hutan/lahan areal perambahan dan kritis guna menekan dampak buruk dari perambahan berlebihan oleh masyarakat.

Pada 2010 BPTN telah melakukan rehabilitasi hutan di Kabupaten Pesisir Selatan seluas 150 hektare dengan 60 ribu tanaman.

"Pada tahun ini, ditargetkan rehabilitasi hutan/lahan areal perambahan dan kritis juga akan dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan seluas 250 hektare dengan 100 ribu bibit tanaman," katanya.

Selanjutnya pada 2012 akan dilakukan rehabilitasi hutan/lahan pada dua Kabupaten seluas 1415 hektare yang terdiri dari Pesisir Selatan seluas 860 hektare dan Solok Selatan seluas 555 hektare.

Pada 2013 akan dilakukan rehabilitasi pada tiga kabupaten seluas 560 hektare yang terdiri dari Pesisir Selatan 355 hektare, Solok Selatan 135 hektare dan Solok 70 hektare.

"Sedangkan pada 2014 akan dilakukan rehabilitasi hutan/lahan pada empat kabupaten dengan total luas 1145 hektare dengan rincian Pesisir Selatan 390 hektare, Solok Selatan 140 hektare, Solok 115 hektare dan Dharmasraya 500 hektare," katanya. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita