Rabu, 23 Mei 2012
Revitalisasi Pasar Tondano Sulut Sebesar Rp10 Miliar
Jumat, 13 Mei 2011 02:10
AddThis Social Bookmark Button

Manado, 13/5 (SIGAP) - Pemerintah menganggarkan revitalisasi pasar tradisional Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) sebesar Rp10 miliar.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Janny Rembet di Manado, Kamis (12/5) mengatakan, pasar Tondano akan dibangun menjadi pasar tradisional bersih, dan rencana pembangunannya mulai tahun ini.

Janny mengatakan, pengembangan pasar Tondano ini dimaksudkan agar pasar tradisional menjadi tempat jual beli yang menarik baik bagi pembeli dan penjual karena kondisinya yang bersih.

Target pemerintah mengembangkan semua pasar tradisional menjadi lokasi perdagangan yang bersih, dengan demikian masyarakat betah berbelanja, demikian juga pedagang bersemangat untuk menjajakan barang dagangannya di tempat tersebut.

"Untuk tahun 2011 ini, revitalisasi pasar tradisional bersih di tiga lokasi yakni Tondano Minahasa, serta kabupaten Talaud dan Sangihe, yang diharapkan selesai pada tahun ini," kata Janny.

Keberadaan pasar tradisional di Sulut, kata Janny, tetap menjadi tempat perdagangan yang banyak dikunjungi masyarakat, terutama karena harga jual lebih murah ketimbang pasar swalayan.

"Keunggulan harga di pasar tradisional dari sisi harga jauh lebih murah ketimbang pasar modern, karena itu tetap banyak dikunjungi pembeli," kata Janny.

Pembangunan pasar tradisional tersebut, kata Janny, dilakukan langsung oleh pemerintah kabupaten setempat, sementara pihaknya hanya turut mengawasi sehingga pembangunan prasarana dan sarana pasar bisa berlangsung dengan baik.

"Anggarannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara, karena itu semua pihak harus menjaga agar pembangunan pasar ini nantinya berlangsung dengan lancar," kata Janny.

Semua kabupaten/kota yang ada di Sulut punya pasar tradisional namun baru sebagian kecil diantaranya yang memiliki sarana dan prasarana memadai dan bersih. (laporan budi/ant)

 

Arsip Berita