Rabu, 23 Mei 2012
Bulog Sulteng Janji Tetap Jaga Kualitas Raskin
Jumat, 13 Mei 2011 01:47
AddThis Social Bookmark Button

Palu, 13/5 (SIGAP) - Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah Edy Subiantoro mengatakan, pihaknya tetap memperhatikan dan menjaga kualitas beras yang akan disalurkan kepada warga miskin (raskin) yang ada di daerah itu.

"Tak perlu ragukan soal kualitas beras raskin, sebab Bulog tidak akan pernah menyalurkan beras jika kondisinya tidak layak untuk dikunsumsi masyarakat," katanya di Palu, Kamis (12/5).

Selama ini, katanya, beras raskin yang didistribusikan kepada masyarakat rumah tangga sasaran (RTS) di kabupaten dan kota di Sulteng kualitasnya bagus.

"Kalau toh ada penerima raskin yang menemukan jatah beras kualitasnya tidak bagus, Bulog siap menggantinya," ujarnya.

Namun selama ini tidak ada warga yang terpaksa menolak atau mengembalikan jatah beras raskin karena kualitasnya buruk.

Menurutnya, Bulog rutin setiap bulan sekali pengendalian hama di gudang beras agar beras yang ada di gudang kualitasnya tetap terjamin.

Pengendalian hama dimaksud dilakukan dengan menyemprotkan obat khusus untuk membasmi kutu-kutu yang biasanya diam diantara beras dalam karung.

"Pengendalian hama rutin dilakukan Bulog Sulteng tidak hanya di Palu, tetapi semua daerah di Sulteng," kata Subiantoro.

Karena itu, sangat jarang sekali diketemukan adanya beras raskin yang disalurkan kepada masyarakat kondisinya atau kualitasnya jelek.

Bulog setiap bulannya menyalurkan beras kepada RTS di 10 kabupaten dan Kota Palu sebanyak 2.800 ton.

Pada tahun ini, pagu raskin yang diberikan pemerintah pusat kepada RTS di Sulteng mencapai 28.000 ton.

Sementara total stok beras yang dibutuhkan Bulog Sulteng setiap bulan, sudah termasuk diantara untuk cadangan bencana alam dan mendukung kegiatan pengendalian harga beras di pasar-pasar jika terjadi gejolak mencapai 30.000 ton.

Sebelumnya diberitakan, Bulog Sulteng pada musim panen tahun 2011 ini baru berhasil membeli sebanyak 300 ton beras petani.

Beras yang dibeli Bulog itu dari hasil pengadaan di Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali 150 ton, Kabupaten Donggala, dan Parigi Moutong 130,005 ton, dan Kabupaten Banggai 90 ton.

Menurut Subiantoro, realisasi pengadaan tersebut masih jauh dari target yang diharapkan pada musim panen tahun ini sebanyak 10.000 ton. (laporan roesman/ant)

 

Arsip Berita