Rabu, 23 Mei 2012
Gubernur: Sumbar Kembangkan Pertanian Berbasis Komoditi Unggulan
Jumat, 13 Mei 2011 01:42
AddThis Social Bookmark Button

Padang, 13/5 (SIGAP) - Pelaksanaan pembangunan sektor pertanian di Sumatera Barat (Sumbar) diarahkan pada pengembangan sektor pertanian dalam arti luas yang berbasis kawasan dan komoditi unggulan.

Pertanian dalam arti luas maksudnya mencakup subsektor tanaman pangan, peternakan, perkebunan, perikanan, dan kelautan, kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam rancangan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2011-2015 Sumbar di Padang, Kamis (12/5).

Menurutnya, pembangunan sektor pertanian Sumbar itu diarahkan untuk pengembangan semua subsektor di dalamnya menjadi produk-produk yang bernilai tambah tinggi sehingga masyarakat dapat menikmati tingkat keuntungan yang tinggi dari gabungan hasil usaha pertaniannya melalui bebagai komoditi unggulan.

Dirinya menyebutkan, jika arah pengembangan ini dapat dicapai, maka diharapkan ada sembilan tujuan prioritas pembangunan sektor pertanian dapat terwujud.

Sembilan prioritas itu meliputi berkembangnya kawasan sentra produksi pertanian, berkembangnya agroindustri dan agrobisnis sesuai potensi sektor pertanian di masing-masing daerah di Sumbar.

Kemudian, terwujudnya Sumbar sebagai provinsi agraris dengan kehidupan para petani yang sejahtera, berkembangnya penerapan teknologi pertanian, meningkatnya pemasaran hasil produksi pertanian.

Selanjutnya, terwujudnya ketahanan pangan di Sumbar, terwujudnya Sumbar sebagai daerah penghasil pertanian profesional, terwujudnya pola pembangunan pertanian berbasis kawasan.

Satu prioritas lainnya yakni, terwujudnya pola pembangunan berbasis komoditi unggulan dengan prinsip satu daerah satu produk unggulan, tambahnya.

Pada sisi lain, pemerintah provinsi Sumbar pada pelaksanaan rencana PJMD 2011-2015 menargetkan kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) daerah ini dapat turun dari tahun ke tahun.

Untuk 2011 ditargetkan kontribusi pertanian terhadap PDRB Sumbar sebesar 23,75 persen yang turun dari sebelumnya 23,75 persen, katanya.

Selanjutnya, untuk 2012 Pemprov Sumbar menargetkan kontribusi pertanian itu dapat diturunkan menjadi 22,62 persen, lalu di 2013 target diturunkan lagi menjadi 22,24 persen, 2014 kembali diturunkan menjadi 21,86 persen dan 2015 terus diturunkan menjadi 21,48 persen. (laporan sofyan/ant)

 

Arsip Berita