Rabu, 23 Mei 2012
Dalam 12 Jam, 6 Kali Gempa Mengguncang Indonesia Timur
Rabu, 16 Juni 2010 07:03
AddThis Social Bookmark Button

Dalam rentang waktu hampir 12 jam, terjadi 6 kali gempa bumi di wilayah timur Indonesia.  Rentetan peristiwa gempa terjadi di wilayah Saumlaki, Maluku, berkekuatan 5,0 SR, pada pukul 00:22 WIB. Gempa kembali terulang di Saumlaki,  Maluku, berkekuatan 5,5 SR, pada jam 07:04 WIB.

Selanjutnya, gempa juga terjadi di Palu Sulteng, berkekuatan 5,3 SR, pada jam 07:52 WIB. Gempa juga melanda daerah Biak Papua, berkekuatan 6,2 SR, pada jam 10:06 WIB. Gempa susulan di Biak terjadi dengan kekuatan 7,1 SR pada jam 10:16 dan pada jam 10:38 WIB dengan kekuatan 5,3 SR. Posisi Indonesia yang berada di pertemuan dua lempeng tektonik Australia dan Asia itu sangat rawan, karena lempeng-lempeng itu aktif dan dinamis, terus bergerak.

Menurut Erick Ridzky, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bansos dan Bencana,  hal ini gejala intensitas tinggi, pelepasan regangan dan energi potensial akibatnya terjadi subduksi di wilayah zona patahan aktif pertemuan plate pasific dan plate eurasia.  “Yang perlu kita waspadai adalah intensitas rendah namun dengan magnitudo besar dengan kedalaman kurang dari 50 Km. Dan, bagian barat sumatera memiliki potensi ini,” tegas alumni ITB ini.

Sementara itu, menurut catatan dari Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menunjukan bahwa ada 28 wilayah di Indonesia yang dinyatakan rawan gempa dan tsunami. Di antaranya NAD, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jateng dan DIY bagian Selatan, Jatim bagian Selatan, Bali, NTB dan NTT. Kemudian Sulut, Sulteng, Sulsel, Maluku Utara, Maluku Selatan, Biak, Yapen dan Fak-Fak di Papua serta Balikpapan Kaltim. (laporan Ari Prahasta dan Sofyan Badrie)

 

Arsip Berita